Jumat, 13 Januari 2017

Debat Perdana Calon Gubernur DKI Jakarta 13 Januari 2017



 sumber gambar: Wikipedia

 
Debat Perdana Calon Gubernur DKI Jakarta 13 Januari 2017

Moderator: Ira Koesno
Tema: Pembangunan Social Ekonomi untuk Jakarta.

Tiga pasang calon siap bersaing. 

Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Pasangan nomor urut 1 ini diusung oleh partai demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Keduanya mengusung konsep Jakarta untuk rakyat.

Basuki Cahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Pasangan nomor urut 2 ini diusung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Slogannya, kerja keras, bernyali demi mempertahankan singgasana di balai kota. 

Anis Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Pasangan nomor urut 3 ini diusung oleh partai Gerinda dan PKS. Keduanya yakin dapat membuat Jakarta maju kotanya dan bahagia warganya.



Pembukaan,

Pak Agus. (No 1)
Assalamualaikum wr wb. Warga Jakarta yang saya banggakan. Selain yang sudah baik. Potret Jakarta hari ini, ketimpangan meningkat, daya beli sebagian masyarakat menurun, disamping itu kualitas hidup masyarakat menurun akibat banjir, macet, sampah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik. Dan yang paling menyedihkan adalah disana sini banyak warga Jakarta yang takut akan pemerintahnya sendiri. 

Visi saya lima tahun kedepan adalah menjadikan Jakarta semakin aman, maju dan sejahtera. Untuk dapat mewujudkan itu semua, komitmen saya dan tentunya misi saya adalah untuk mengatasi semua permasalahan di Jakarta. Meningkatkan pembangunan, sehingga Jakarta semakin maju kedepan. Dengan cara pertama meningkatkan ekonomi daerah, meningkatkan daya beli masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru. Kedua meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan juga transportasi umum. Ketiga meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan mengatasi banjir, sampah dan polusi. Yang terakhir adalah menghadirkan rasa aman dan adil untuk seluruh warga Jakarta. 

Paradigma yang kami lakukan adalah Jakarta sebagai sebuah sistem ruang kehidupan yang harus mensejahterakan semua dan juga pembangunan yang inklusif, dan partisipatif yang memberdayakan seluruh warga secara adil. Dengan paradigma tersebut, saya akan berdiri yang terdepan, bersama seluruh warga Jakarta, untuk mengubah wajah ibu kota, menjadi semakin modern, unggul, tetapi tetap menjadi kota yang manusiawi dan juga selalu berjati diri, berkarakter, pada Jakarta dan Indonesia yang kita cintai. Terimakasih


Pak Ahok (No 2)

Iya, bagi kami membangun Jakarta itu, Visi yang terutama adalah membangun manusianya. Membangun manusia dengan indikator terukur. Kita kenal dengan indeks pembangunan manusia. Pada 2015 jakarta telah mencapai IPM 78,99% artinya kita kurang dari 1,01% telah menyamai tingkat dunia yang tinggi. Untuk mencapai visi itu, misi yang utama adalah birokrasi harus melayani, dengan konsep bersih, transparan, dan professional. 

Karena kami sangat yakin, tanpa pejabat publik, tanpa birokrasi yang bersih transparan professional, tidak mungkin program sosial ekonomi atau program apapun bisa kita capai. Makanya kami sangat yakin yang pertama yang mesti diperbaiki adalah birokrasi, pejabat dengan rekam jejak yang jelas. Dan tentu juga saya memaklumi, selama 4 tahun lebih ini, banyak warga Jakarta hanya melihat penampilan saya, terlalu menggebu-gebu, terlalu semangat, akibatnya visi misi yang kami capai, yang dulu telah terukur, hilang. 

Sebagian melihat saya terlalu temperamental, tapi saya juga bersyukur, sebagian orang Jakarta melihat hasil nyata. Sungai lebih bersih, pelayanan lebih baik. Saya beri contoh, saya bersyukur punya mas Djarot, yang melihat apa yang telah saya kerjakan. Dan saya belajar dari mas Djarot Saiful Hidayat. Jika dilanjutkan lagi, bukan hanya visi dan misi tercapai tapi ahoknya sudah menjadi i7 bukan Pentium lagi, sehingga kami ingin kesalahpahaman ini bisa dihindari.


Pak Anies (No 3)

Assalamu’alaikum wr wb. Kami hadir di Jakarta membawa pengalaman, pengetahuan dan akumulasi jaringan. Kami menempatkan Jakarta bukan tempat uji coba, kami menempatkan Jakarta sebagai tempat untuk kita mengabdi, mengajak maju bersama, dan Insya Allah tempat berpahala bagi semua. Jakarta warganya berada disini, bukan karena ingin punya KTP, bertuliskan DKI, berbagai suku bangsa datang kesini untuk merasakan kesejahteraan keadialan, kami hadir berdua, untuk memastikan kesejahteraaan, dan keadilan hadir bagi seluruh warga Jakarta. 

Untuk itu, lapangan pekerjaan menjadi prioritas, keadialan atas lapangan pekerjaan sangat mendasar, akses pada pendidikan berkualitas dan tuntas, kita ingin para orang tua bisa mengantarkan anaknya ke sekolah. Bisa mengantarkan anaknya ke madrasah, dengan perasaan tenang, dengan perasaan yakin, penuh cinta kasih, lalu kita didik anak-anak itu sehingga mereka menjadi anak-anak yang berahlak. Anak berkarakter, kompeten, dan kelak mereka menjemput anak-anaknya dengan rasa bersyukur bahwa Jakarta menyediakan pendidikan yang berkualitas dan tuntas bagi mereka. 

Yang tidak kalah penting, social ekonomi kita, menjadi tidak bermakna ketika narkoba hadir. Kami akan tegas memerangi narkoba hingga tuntas di kota ini, tidak sedikitpun ada toleransi, karena seluruh ikhtiar kita menjadi tak bermakna ketika hadir narkoba. Orang tua dan rakyat sedih karena ancaman narkoba. Kami akan menciptakan Jakarta maju dan aman dari segala kriminalitas.



Pertanyaan 1 moderator:
Jelaskan program kerja unggulan anda, dan yakinkan para pemilih, mengapa hal itu penting dilakukan?


Pak Djarot (2)

Prioritas kami adalah reformasi birokrasi. Birokrasi adalah motor pembangunan, birokrasi harus bersih, transparan, dan professional dengan cara seperti itu kita akan mampu sasaran kita untuk membangun manusia Jakarta. Manusia Jakarta yang kita bangun, otaknya harus penuh, perutnya juga penuh, dompetnya juga penuh. Masyarakat Jakarta kalau otaknya penuh berarti dia cerdas, berkarakter, dan dia memiliki daya beli yang tinggi. Ini hanya bisa dilalui jika birokrasinya benar-benar bersih melayani dengan professional.  

Sekarang sudah tidak ada lagi misalnya, untuk biaya pendidikan, tidak pernah terdengar ketika tahun ajaran baru, ibu-ibu datang ke pegadaian, untuk menyekolahkan anaknya. Sekarang juga sudah tidak ada keluhan, ketika mereka tidak mampu masuk rumah sakit dengan biaya karena seluruh biaya rumah sakit kelas 3 akan ditanggung oleh pemerintah DKI, dan jika sakit dirumah dan butuh pertolongan dan bantuan, pemerintah akan hadir untuk membantu mereka. Inilah gunanya pemerintah hadi di tengah-tengah masyarakat.


Pak Sandi (No 3)

Saya mendapat kehormatan bersama Mas Anis dalam kurun waktu 12 bulan terakhir berkeliling menjelajah ke 44 kecamatan, 267 kelurahan, di wilayah Jakarta. Saya melihat ada 3 tema yang secara konsisten diangkat oleh warga sebagai aspirasi mereka. Pertama, lapangan pekerjaan yang semakin sulit didapat, sekarang mencari kerja sangat susah, kedua adalah masalah pendidikan, pendidikan kita diharapkan lebih tuntas berkualitas dan terjangkau, yang ketiga adalah berkaitan dengan biaya hidup, kami memiliki program ok oce, One Kecamatan, One Center Enterpreneurship.

Kedepannya kita akan permudah lahan usaha dengan garasi inovasi. Kita akan permudah juga kredit hingga 300 juta rupiah, dan kita akan memberi pendampingan melalui mentorship. Dibidang pendidikan kami juga akan memberikan kjp plus, karena ini ditunggu oleh para keluarga yang kurang mampu. Yang terakhir adalah harga oke, harga oke ini memastikan biaya hidup terjangkau bagi khususnya kalangan menengah kebawah untuk Jakarta maju kotanya, dan bahagia kotanya. 


Pak Agus (No 1)

Kami punya 10 program utama. Yang pertama, memberikan bantuan langsung sementara kepada warga miskin yang kurang mampu, 5 juta rupiah/keluarga miskin per tahun. Ini untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari. Pemberdayaan kualitas rt rw, 1 rw, 1 milyar rupiah/tahun. Untuk memberdayakan komunitas disekitar kita. Yang kedua adalah, mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan, dengan bantuan langsung dana bergulir, modal usaha, 50 juta rupiah/1 unit usaha untuk mengurangi pengangguran. Kami juga ingin meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan guru, 

Yang keempat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.Yang kelima meningkatkan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan stabilisasi harga. Yang keenam kita ingin membangun tanpa menggusur. Meningkatkan infrastruktur di Jakarta. Yang ketujuh, menjadikan Jakarta sebagai smart, crative, and green city. Yang kedelapan, kita ingin meningkatkan rasa aman, kerukunan antar warga di Jakarta.  Yang kesembilan, menegakkan hukum dan justice for all. Jangan tumpul keatas, tajam kebawah. Yang kesepuluh, meningkatakan kualitas pemerintahan dan birokrasi. Semoga ini semua semakin mensejahterakan warga Jakarta dan kita semua hidup lebih baik lagi. 
 

Pertanyaan 2 moderator:
Setelah mendengar visi dan program anda, seberapa jauh hal tersebut bisa dilaksanakan dengan baik jika para pelaksana program tidak dibekali dengan integritas, kejujuran serta kemampuan yang bertanggung jawab. 

Jelaskan bagaimana anda mengatasi masalah tersebut, khususnya ketika anda berhadapan dengan kepentingan pribadi anda, kepentingan partai, dan tim sukses anda melawan kepentingan rakyat Jakarta secara keseluruhan?


Pak Anies (No 3)

Intergritas bukan sekedar jujur. Firaun, pun dengan jujur menceritakan apa yang dikerjakannnya. Integritas adalah jujur secara pribadi, berpihak kepada kepentingan publik, menjalankan nilai-nilai dengan benar, dan selalu mengikuti tata kelola yang baik. Integritas adalah keberpihakan pada nilai. Contoh ketika kita berhadapan dengan ketimpangan yang luar biasa, kita melihat ketimpangan yang luar biasa yang dibuat yaitu reklamasi. Kita tegas, kita menolak reklamasi karena akan menjadi enklave. Sikap kita tegas terhadap narkoba, transparansi, dukungan rakyat, dan pegangan terhadap nilai nilai agama dan adat akan menjadi pegangan kita dalam menghadapi tantangan terhadap integritas.
  

Pak Agus (No 1)

Jika saya dan Bu Sylvie menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, kami berdua akan menjaga integritas kami. Itu sudah kami bangun sejak mengawali karir di bidang masing-masing. Saya pribadi sebagai militer 16 tahun, terbiasa dan diharuskan menjaga integritas, untuk memimpin, apalagi ketika harus memimpin Jakarta dengan kompleksitas yang luar biasa, tentunya kami ingin sekali mengedepankan keterbukaan, akuntablitas, transparansi, dan tatakelola pemerintahan yang berintegritas, itu semua dibangun melalui sistem . Tapi yang paling penting adalah menjadi contoh bagi yang lainnya. Barulah kita bisa mengajar birokrasi kita, masyarakat, untuk benar-benar menjaga integritasnya untuk memajukan Jakarta, mensejahterakan rakyat, semuanya kembali untuk rakyat Jakarta.


Ahok (No 2)

Ada orang mengatakan integritas atau karakter baru teruji kalau anda telah diberikan kekuasaan. Kami bersyukur kami pernah berkuasa, jadi bupati walikota, DPRD, DPRRI, Wagub, Gubernur, sehingga karakter kami teruji dari apa yang kami lakukan. Nah, tentu kami mengerti manusia yang baik itu adalah manusia yang terus memperbaiki dirinya. Misalnya, ada orang yang mengatakan, “gak apa apa gak santun yang penting jujur”. Salah saya bilang. “Buat apa santun tapi gak jujur,”  salah juga . Yang paling ideal, kita harus berintegritas dan memiliki rekam jejak yang baik, dan kita juga santun sebagai pejabat publik. Makanya saya beruntung ada Mas Saiful Djarot Hidayat ini supaya saya terus belajar lebih santun, supaya saya menjadi publik yang baik sesuai harapan masyarakat DKI.