Selasa, 29 Maret 2016

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus



Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus


Jika kabel kalian terlihat hampir putus atau sobek segera lah lakukan hal ini. Dari pada beli earphone baru original yang harganya mahal, mendingan kita coba perbaiki semampu kita.

Pertama-tama berdoa dulu hehehe…

Untuk memperbaiki kabel earphone yang hampir putus cukup mudah, hanya perlu siapkan alat gunting dan selotip kertas / masking tape. Saya menggunakan selotip kertas berwarna putih agar warnanya sama dengan warna earphone saya. Selain itu selotip kertas memiliki daya rekat yang cukup kuat.

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus


Potong selotip kertas dengan gunting, kira-kira sebesar selotip kertas tersebut bisa mengelilingi kabel earphone 4-5 kali. Jika terlalu tipis maka daya rekat kurang kuat, namun jika terlalu tebal selotip yang melapisi earphone akan terlihat terlalu mencolok. 

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus


Lapisilah kabel yang hampir putus dengan selotip kertas dengan cara digulung dengan kuat terutama bagian awal pelapisan. Jika proses penggulungan kurang kuat maka posisi selotip akan mudah bergerak. 

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus

 Jadilah seperti ini.

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus

Sebelum


Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus

Sesudah


Earphone saya sudah berumur lebih dari 2 tahun, dan sudah ada 7 selotip kertas yang menempel di kabelnya hehe…

Baca Juga:
Cara Membersihkan Earphone Putih 

Jumat, 04 Maret 2016

Cafe untuk Nobar Liverpool di Medan

Cafe Nobar Liverpool di Medan
sumber: https://www.google.com/maps/place/The+Kop


Sebelum membahas Cafe Nobar Liverpool di Medan

Intermezzo Dulu...

Syarat-syarat Cafe Asyik

  1. Ada menu makanan dan minumannya atau dengan kata lain ada yang bisa dimakan atau diminum. kalau gak ada yang bisa dimakan dan diminum berarti bukan cafe melainkan cave.
  2. Ada pelayannya dan kasirnya, kalau gak ada siapa-siapa berarti bukan cafe tapi pemakaman.
  3. Ada meja dan kursinya, kalau gak ada meja dan kursinya itu bukan cafe, tapi tempat pengungsian.
  4. Tempatnya luas, kalau sempit bukan cafe tapi kuburan.
  5. Gak ada pelayan yang baperan. Apalagi pelayannya cowo. "Baper terjadi bukan hanya karena niat siperasa tapi juga karena adanya pemberi harapan, waspadalah-waspadalah."
  6. Ada layar dan soundsystem buat nonton bola, apalagi kalau tim kesayangan liverpool udah maen.
  7. Mesti bayar apa yang kita makan dan minum. Kalau makannya gratis bukan makanan cafe tapi ta'jil mesjid.
  8. Ada Musholanya. Musholanya bersih, rapih, dan luas, tapi gak perlu seluas Istiqlal.
  9. Ada larangan untuk membawa hp kalau orang-orang bawa hp pada asyik sendiri sama medsosnya.
  10. Kamar WC-nya bersih dan airnya terus mengalir. Kalau wc-nya jorok justru menghilangkan selera makan. Harusnya wc tuh bersih, ada musik klasiknya, ada pewanginya, ada AC-nya, dan ada yang cebokinnya.
  11. Pelayannya gak seksi. Kalau terlalu seksi, saya khawatir ini bukan cafe tapi tempat prostitusi.
  12. Pelayanannya cepat menghidangkan makannya. Jangan sampai kita nunggu sampai lumutan.
  13. Tidak ada asap rokok. Karena rokok membunuhmu.
  14. Tidak ada yang mengamen. Kecuali Raisa dan Isyana.
  15. Parkirannya luas supaya bisa parkir jet pribadi.
  16. Parkirannya aman, dijaga sama densus 88.
  17. Tidak ada pengemis, karena ini bukan lampu merah.
  18. Tidak ada mantan, karena mantan bisa dilihat tapi tidak bisa kembali.

Saya tidak banyak tahu tentang cafe-cafe di Medan. Tapi sejauh ini ada cafe yang sering saya kunjungi. Sebut saja namanya cafe liverpool. Kenapa namanya cafe liverpool? karena cafe ini bertemakan club liverpool. Logo cafenya terdapat liverbird, cat cafenya didominasi warna merah, pelayannya pun pakai seragam merah, dan saya pun kesana disaat tanggal merah.

Cafe ini tentunya menayangkan selalu team liverpool disetiap pertandingannya baik itu di discovery bein 1, 2, dan 3. Jika ada orang yang mau nonton klub lain disini tidak apa-apa, asalkan jadwalnya jangan bentrok dengan liverpool.

Paling sedih tuh kalau kita lagi nonton team kesayangan kita di cafe ini, terus yang menang team lain. Saya masih ingat, ketika lawan MU. Saat itu, Pendukung MU jumlahnya sebanding dengan pendukung liverpool. Mereka dengan suka cita tertawa ketika berhasil mebobol gawang liverpool. Kita cuma bisa sabar saja melihat mereka menikmati kemenangannya. Tapi ingin rasanya saya menusuk mereka pakai sendok makan.

Cafe ini sepertinya buka 24 jam, jika ada pertandingan di jam 3 pagi pun lampu proyektor tetap menyala. Selain itu, Jika listrik mati, maka pemilik cafe menyalakan genset. Parkiran disana juga aman, karena dijaga oleh satpam. Cafe tersebut juga terintegrasi dengan lapangan futsal. Jika kamu kesal team kamu tidak bisa memasukkan bola ke gawang dan kalah dipertandingan, kamu bisa langsung ke lapangan futsal dan menendang sekerasnya ke gawang yang kosong dan jangan lupa untuk bayar sewa lapangan.

Cafe ini tidak hanya menyediakan layar yang besar tapi juga beberapa tv dipasang di berbagai sudut, agar mempermudah orang-orang menontonya dari berbagai posisi. Suara soundsystemnya juga bagus, seolah kita merasakan atmosfer stadion anfield.

Pelayannya juga ramah-ramah dan memakai baju merah. Pelayannya juga sabar-sabar walaupun banyak dirayu sama Jones (Jomblo Ngenes). Mereka juga ikut menyatu dengan supporter, ketika liverpool menang mereka juga ikut kegirangan. Padahal kita belum tentu nambah pesanan hehehe..

Sebenarnya ini tidak murni dibilang cafe. Ini seperti food court karena terdiri dari kios-kios pedagang. Ada yang menjual teh tarik, nasi goreng, mie, jus, dan lain-lain. Harga makanannya pun terjangkau untuk kantong mahasiswa.

Kamu bisa dapat teman disini. Berdiskusi tentang team liverpool yang performanya naik turun. Walaupun kita tidak saling kenal, kita bisa merasakan kecewa nangis bareng, dan senang bareng. Itulah kenikmatan dari nonton bareng (NoBar). Sayangnya cafe ini jauh dari jangkauan bigreds medan (supporter resmi liverpool). Bigreds medan lebih sering mengadakan acara nobar di dekat cafe yang mudah diakses dari USU. Sedangkan cafe ini berada di jalan krakatau (cukup jauh dari USU).

You'll Never Walk Alone..... 

Bonus gambar

Sumber: https://annunaki.files.wordpress.com