Jumat, 22 Januari 2016

Parameter Iman



Parameter Iman



  
Iman dan aman berasal dari kata bahasa arab yang sama jadi saling berhubungan. Jika seseorang beriman pasti dia memberikan rasa aman pada keluarganya, sahabatnya, tetangganya, bangsa, negara, dan lingkungannya.

Jadi bila mereka melakukan tindakan terorisme berdasarkan keimanan tentunya salah besar karena tindakan tersebut justru akan menimbulkan keresahan dan ketakutan. 

Jika Allah swt menginginkan semua orang beragama Islam dan taat maka Dia bisa lakukan. Namun, Allah swt sengaja membuat kita beragam untuk memilih diantara kalian yang paling bertaqwa. Bukankah setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan di akhirat yang merupakan hari perhitungan.

Ada orang-orang yang selama ini terjebak kedalam konsep keimanan yang salah. Mereka jadi mudah mengkafirkan orang lain. Padahal bisa saja orang tersebut kedepannya mendapat hidayah. Bukankah dalam Al-Quran kita harus menjadi rahmat bagi alam. 

Pemahaman yang berbeda mengenai fikih juga terkadang menjadi konflik. Janganlah sampai kita membenci saudara kita yang tidak sepaham, baik itu secara berpakaian maupun cara beribadahnya karena masing-masing memiliki dalil. 

Dibidang ekonomi apakah kita aman? Orang yang dikejar-kejar tagihan utang atau bunga tentunya merasa tidak aman. Oleh karena itu, konsep riba itu diharamkan dalam islam. Orang yang beriman juga akan membayar hutangnya secepat mungkin karena dia tidak ingin pemberi hutangnya cemas dan menunggu lama.

Dibidang social, menyedekahkan harta untuk membantu fakir-miskin yang tidak berdaya pun berkorelasi dengan keamanan. Tidak hanya harta, ilmu pun bisa kita berikan agar orang-orang bisa memanfaatkan ilmu atau keterampilan tersebut untuk mencari rezeki. Jika hal ini dilakukan maka akan mencegah orang-orang yang terpaksa bertindak kejahatan demi mencukupi kebutuhan hidupnya. 

Dibidang hukum, penegak hukum yang beriman akan berupaya untuk membuat aturan yang tegas terhadap tindakan kejahatan karena bisa mengganggu kestabilan bermasyarakat dan bernegara. Nah, apakah penegak hukum yang bisa disogok termasuk orang yang beriman?

Jika hati kita merasa tidak aman, maka kita pun harus berfikir apakah kondisi keimanan kita sedang lemah? Atau kita terlalu berburuk sangka kepada Allah swt. Padahal Allah swt akan bertindak sesuai dengan prasangka hambanya.

Yuk kita introspeksi terhadap diri sendiri . Apakah kita saling benci dalam keluarga? Apakah kita suka bergosip mengenai tetangga kita? apakah kita membiarkan sahabat kita kesulitan? apakah kita merusak lingkungan kita? 
 
Semoga kita menjadi orang yang terus meningkatkan keimanan kita sehingga memberikan rasa aman terhadap sesama. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar