Kamis, 01 Desember 2016

review waterproof shoes cover



Waterproof shoes cover, gw beli di toko online seharga Rp46,000. Bahan dari plastik karet lentur. Gw beli ukurannya L untuk sepatu ukuran 41-42.

Memiliki sleting hingga ke atas betis dan terdapat kancing klip. Waterproof shoes cover ini cocok digunakan ketika berkendara motor ketika hujan, sehingga sepatu yang kita pakai tidak kotor atau basah.


Berikut reviewnya di youtube


Sabtu, 26 November 2016

review converter colokan android to iphone 5 dan power bank veger



converter android ke iphone 5
Gw beli converter kabel data android to iphone 5 seharga Rp15,000 di online shop.

Selain itu gw juga mempunya power bank veger kapasitas 10,000mah. kenyataannya powerbank ini hanya bisa gw gunakan 2 kali pengisian iphone 5 hingga penuh. waktu pengisian power bank veger ini sekitar 3 jam. lampu merah akan berkedip saat pengisian, Jika lampu merah tidak berkedip maka power bank dinyatakan penuh. Sedangkan ketika mengisi tenaga hanphone, lampu biru akan menyala. power banknya gw beli di toko hape seharga Rp80,000

untuk lebih jelasnya bisa lihat reviewnya di video




Review Lunatik Iphone 5



Aku beli lunatik iphone 5 di toko online seharga Rp120,000 an. Terdiri dari 3 lapisan,
1) lapisan depan, dilengkapi dengan gorilla glazz
2) lapisan tengah, karet yang kuat dan tidak licin.
3) Lapisan belakang yang kokoh.

Berat casing iphone ini 200g, jadi cukup berat. Untuk memasangnya perlu menggunakan kunci L. Kunci L sudah disediakan di dalam kemasan lunatik. Terdapat 6 baut, dan disediakan pula 2 baut cadangan.
Sebaiknya, jangan terlalu kencang ketika memasang baut, khawatir justru bautnya rusak (dol).

Casing ini tahan percikan air, namun saya masih meragukan bila terendam air. Casing ini juga tahan terhadap hempasan atau goncangan yang kuat. Tapi jangan dicoba sengaja dibanting. Gw pernah gak sengaja, handphone lepas dari genggaman, lalu menghempas lantai, hanya mengakibatkan goresan kecil di casingnya.

untuk lebih jelasnya bisa lihat di review video saya.


Jumat, 25 November 2016

Review Lampu Belajar Jepit

lampu belajar jepit


Saya beli lampu belajar jepit dengan harga Rp35,000 di toko online. Lampunya bisa berdiri atau dijepitkan di meja. Panjang kabelnya 110cm, dan tinggi lampunya 30 cm, serta diameter dudukan lampunya 12cm. Leher lampunya fleksibel dan bisa dibentuk. 

Lampu ini bisa digunakan untuk menerangkan saat belajar. Atau bisa juga digunakan untuk menerangkan produk yang akan kita foto.

Untuk lebih jelasnya bisa lihat reviewnya di video.




Jumat, 18 November 2016

Review Sarung Tangan Iglove





Berhubung aktifitas gw di jalanan. Dan gw sering dapat telepon saat mengendarai motor. Agak ribet untuk ngangkat telepon ketika sedang memakai sarung tangan. Gw harus lepas sarung tangan dulu baru menyentuh layar smarthphone.

Akhirnya gw cari produk sarung tangan yang bisa menyentuh layar smarthphone. Gw menemukan Iglove di lazada. Gw pesen senin, hari kamis barang sudah sampai.

Harganya pun terjangkau, Rp26,000. Gw sih merasa puas dengan barangnya. Jemarinya bener-bener bisa digunakan untuk ngangkat telp, buka aplikasi, bahkan ngetik sms pada layar smarthphone.
Berikut ulasannya saya tampilkan di channel youtube saya. 


Rabu, 05 Oktober 2016

Cara Menyembuhkan Sariawan dengan Cepat



Gw mau sedikit cerita pengalaman gw nyembuhin sariawan.

Pertama gw pengen hemat sembuhin sariawan dengan garam. Gw taburin garam di luka sariwan gw. Bukannya sembuh malah tambah iritasi. 

Akhirnya gw beli abotyl. Memang harganya cukup mahal, tapi mahal itu biasanya bagus.

Gw tetesin abotyl di cotton bud. Lalu gw tekan ke tempat sariawannya. Gw tekan terus hingga 2-3 menit. Setelah itu muncullah luka sariwan yang kuning menjadi putih.





Lalu nanti secara otomatis, ada lapisan kulit yang menutupi luka sariawan tersebut. Lapisan itu melindungi kita dari rasa perih selanjutnya. Jika lapisan itu hilang. Maka obati kembali dengan abotyl.


Selain, menggunakan obat luar. Gw pun bantu penyembuhan dari dalam dengan mengkonsumsi vitamin C. Gw mengkonsumsi vitacimin 2 tablet sehari. 

Dan hasilnya setelah hari ke-5. Sariawan gw sembuh total. 


Kamis, 07 April 2016

5 Jenis Sifat Unik Traveler

Too Religious (Rely)

4 Jenis Sifat Traveler Unik
http://www.freeimages.com/photo/different-steps-in-prayer-2-1432822

Rely sangat religius, pokoknya kalau travel gak mau jauh-jauh dari mesjid dan mushola. makanya dia sangat sulit untuk diajak travel naik gunung karena di gunung sulit ditemukan masjid. Dia lebih memilih air untuk digunakan wudhu dibandingkan untuk minum, terkesan berlebihan sih tapi memang seperti itu orangnya. Padahal sebenarnya, kita bisa tayamum dalam kondisi darurat.

Bahkan selama perjalanan terkesan menyusahkan diri-sendiri. Kalau dalam perjalanan kan bisa dilakukan solat jama' qasar sedangkan dia berprinsip bahwa, "Kalau bisa solat tepat waktu kenapa mesti di jama' qasar.".

Rely memilih makanan sangat detail, apakah halal atau haram. Walaupun ada label halal MUI, dia masih memperhatikan apakah pembuat makanannya Muslim,  bahkan ada beberapa merk makanan yang tidak akan dia makan, karena menurutnya perusahaan tersebut berkontribusi terhadap kemakmuran Israel yang menindas Palestina. Pernah sekali dia tidak sengaja makan makanan yang wajannya juga digunakan untuk menggoreng makanan haram. Dia pun langsung memasukkan jemarinya ke mulutnya hingga dia memuntahkan makanannya.

Walau bagaimanapun, Rely selalu mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan YME ketika melihat pemandangan-pemandangan yang indah. Dia pun seperti alarm agama, yang mengingatkan kita dalam segala tindakan dan perbuatan, namun dia tidak pernah memaksa kita melakukan apa yang dia yakini benar. Dia orangnya berprinsip kuat dan kokoh terhadap pendiriannya.

Too Sterile (Tery)

http://www.freeimages.com/photo/warm-thoughts-1309811

Terlihat dari namanya orang ini sangat menjaga kebersihannya baik itu apa yang dia makan atau apa yang dia kenakan. Tery menginginkan makanan yang sangat bersih dan bergizi tentunya. Kalau makan bareng Tery, pasti dia memilih di tempat-tempat yang mahal, karena menurut dia semakin mahal makanan maka semakin mereka memperhatikan kebersihannya.

Teri sering membawa antiseptik di tasnya, sebelum makan dia semprotkan antiseptik ke tangannya, dia pun sering mengelap garpu dan sendok dengan tisu sebelum makan. Teri tak suka mencuci tangan dengan kobokan, dia hanya mau cuci tangan di wastafel dengan menggunakan sabun.

Kebersihan berkorelasi dengan kesehatan tentunya. Maka Tery pun menjaga kesehatannya terhadap serangan penyakit dengan menyediakan obat-obatan di dalam tasnya saat traveling. Obat anti mabuk, obat pusing, obat maag, pembalut luka, obat pencahar, obat nyamuk, pokoknya dia seperti apotik yang berjalan.

Orang biasanya mandi dua kali sehari. Sedangkan dia bisa mandi  5 kali sehari bahkan lebih. Jika keringat dia akan mandi dan ganti bajunya. Oleh karena itu, Tery biasa membawa barang-barang yang terlalu banyak saat traveling.

Ada enaknya traveling bareng Tery, orangnya sangat royal dan tidak itung-itungan. Kantongnya tebal, tak heran dia juga disebut ATM berjalan. Dia pun disebut dengan bunga traveling karena dia cantik. Ternyata kecantikan memudahkan dia dalam traveling, dia lebih mudah dibantu oleh orang-orang. 

 

Too Poor (Tupur)

http://www.freeimages.com/photo/cowboy-1236820

Tupur adalah orang yang paling gak modal kalau traveling. Kalimat pamungkas yang sering dia ucapkan jika tidak punya duit: "Bayarin dulu deh entar gue ganti.". Berkebalikan dengan Tery dia lebih sering makan-makanan murah asal bisa masuk perut dan jadi energi. Dia gak pilih-pilih makanan. Pernah dia mendapatkan ulat di sayuran mie ayam, dia menunjukkan ulat itu ke kita, lalu dia buang. Tapi dia masih menghabiskan sisa mie ayamnya.

"Lu gak takut sakit perut?", tanya kami.

"Ah, selama kita gak punya sugesti sakit perut, gak akan sakit perut coy...", jawab dia.

Tupur bisa tidur dimana saja. Dia bisa tidur di lantai yang dingin hanya berbantalkan lengannya, dan berselimutkan sarung tipis. Jika Tery terbiasa membawa pakaian yang banyak, Tupur bisa bertahan dengan sepasang pakaian dalam waktu satu minggu. Pakaian Tupur sangat sederhana dan dia biasa beli di pasar tradisional, namun dia tetap percaya diri dengan apa yang dia kenakan dan apa yang dia kerjakan.

Dibalik kekurangannya,Tupur memiliki kelebihan.Tupur memiliki anti bodi yang kuat sehingga dia tahan terhadap cuaca apapun. Tupur pandai berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru dia kenal. Instingnya tajam seperti manusia purba. Pengalamannya sangat banyak, semua gunung-gunung tertinggi di Indonesia sudah dia daki. Takkan bosan ngobrol dengannya karena dia punya segudang cerita. Selain itu, Orangnya peka dan cepat membantu temannya dalam keadaan yang sulit. 

Too Analytical (Ana)

http://www.freeimages.com/photo/girl-with-smart-phone-1616794

Ana adalah orang ilmu sains dan matematika. Jadi apapun keadaannya, dia akan menggunakan ilmu yang dia miliki untuk menyelesaikannya. Ana adalah seorang yang memperhitungkan segala sesuatu. Dia merencanakan travelingnya secara detail, dari waktu, tempat, tujuan, biaya, peralatan, dan kendala-kendala yang kemungkinan akan dihadapi. Dia pun memiliki renacana A hingga rencana Z.

Ana selalu bertentangan dengan Tupur, dia selalu didukung oleh Tery. Kesulitan yang kami rasakan bersama Ana adalah kita terfokus kepada jadwal sehingga ketika kita menemukan hal-hal yang baru dan ingin lebih lama ditempat itu, Ana menegur kita untuk melanjutkan perjalanan untuk tetap pada rencana yang telah dijadwalkan.

Tapi kalau tidak ada Ana, kita traveling tidak tentu arah dan aku kesulitan mendapatkan penginapan dan tempat makan. Ana sering menulis saat traveling dan mengabadikan momen-momen yang terjadi dengan kameranya. Namun, Ana mudah panik ketika perjalanan tidak sesuai dengan yang dia rencanakan. Rely sering menengkannya dengan mengatakan, "Tidak semua yang kita rencanakan sama dengan rencana Tuhan."

Ana melengkapi gadgetnya dengan aplikasi-aplikasi traveler dari google map, waze, prediksi iklim cuaca, ketinggian dan lain-lain. Dia suka menyelesaikan masalahnya sendiri dan enggan bertanya kepada orang sekitar. Dia lebih percaya google dari pada orang sekitar. Dia pernah dibuat tersasar oleh google map. Namun, Tupur membantunya menemukan jalan.

 Too Stupid (Upi)

4 Jenis Traveler unik (Too Stupid)
http://www.freeimages.com/photo/will-walk-on-my-hands-1245938
Upi adalah orang yang paling bodoh diantara 5 orang ini. Namun, justru kebodohannya itu menjadi memberi warna dalam traveling. Orangnya gak pernah berselisih pendapat karena dia gak pernah punya pendapat dan orangnya ikut-ikutan aja. Dia orangnya pelupa. Ada-ada aja barang yang tertinggal saat traveling. Dia pernah ketinggalan celana dalam di kamar mandi penginapan.

Tupur berwajah bulliable (gampang di-bully). Dia pun tak pernah marah jika dikerjain kawan-kawannya. Lucu bukan karena dia orang yang suka melucu. Tapi karena kepolosan, kebodohan, dan kesialan yang sering dia alami. Dia pernah kehabisan air saat lagi BAB. Kalau difoto selalu dapet momen-momen yang jelek, ketika orang bergaya bagus, foto dia malah bermata terpejam. Dia pernah dikejar anjing, dipalak preman, digigit lintah di lokasi air terjun. Celananya pernah sobek ketika mendaki, badannya pernah gatal-gatal akibat ulat yang bersarang di bajunya, rambutnya pernah kejatuhan kotoran burung.

Dia memang konyol. Pernah suatu hari aku lihat dia mengantungi batu untuk menahan BAB. Padahal itu semua adalah hanya mitos belaka. Hantu gaib pun sering mengerjai dia. Pernah suatu saat dia sulit bangun karena seperti ditindih sosok gaib yang memiliki berat badan yang besar. Bahkan kecoa pun pernah menjahili dia. Upi adalah sosok yang bisa kita bilang bahwa, "Gak ada lu, gak rame."


Nah dari cerita diatas, kalian termasuk yang mana?
kalian juga bisa dapat informasi tempat-tempat wisata di medanwisata.com


Selasa, 29 Maret 2016

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus



Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus


Jika kabel kalian terlihat hampir putus atau sobek segera lah lakukan hal ini. Dari pada beli earphone baru original yang harganya mahal, mendingan kita coba perbaiki semampu kita.

Pertama-tama berdoa dulu hehehe…

Untuk memperbaiki kabel earphone yang hampir putus cukup mudah, hanya perlu siapkan alat gunting dan selotip kertas / masking tape. Saya menggunakan selotip kertas berwarna putih agar warnanya sama dengan warna earphone saya. Selain itu selotip kertas memiliki daya rekat yang cukup kuat.

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus


Potong selotip kertas dengan gunting, kira-kira sebesar selotip kertas tersebut bisa mengelilingi kabel earphone 4-5 kali. Jika terlalu tipis maka daya rekat kurang kuat, namun jika terlalu tebal selotip yang melapisi earphone akan terlihat terlalu mencolok. 

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus


Lapisilah kabel yang hampir putus dengan selotip kertas dengan cara digulung dengan kuat terutama bagian awal pelapisan. Jika proses penggulungan kurang kuat maka posisi selotip akan mudah bergerak. 

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus

 Jadilah seperti ini.

Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus

Sebelum


Cara Memperbaiki Kabel Earphone yang Hampir Putus

Sesudah


Earphone saya sudah berumur lebih dari 2 tahun, dan sudah ada 7 selotip kertas yang menempel di kabelnya hehe…

Baca Juga:
Cara Membersihkan Earphone Putih 

Jumat, 04 Maret 2016

Cafe untuk Nobar Liverpool di Medan

Cafe Nobar Liverpool di Medan
sumber: https://www.google.com/maps/place/The+Kop


Sebelum membahas Cafe Nobar Liverpool di Medan

Intermezzo Dulu...

Syarat-syarat Cafe Asyik

  1. Ada menu makanan dan minumannya atau dengan kata lain ada yang bisa dimakan atau diminum. kalau gak ada yang bisa dimakan dan diminum berarti bukan cafe melainkan cave.
  2. Ada pelayannya dan kasirnya, kalau gak ada siapa-siapa berarti bukan cafe tapi pemakaman.
  3. Ada meja dan kursinya, kalau gak ada meja dan kursinya itu bukan cafe, tapi tempat pengungsian.
  4. Tempatnya luas, kalau sempit bukan cafe tapi kuburan.
  5. Gak ada pelayan yang baperan. Apalagi pelayannya cowo. "Baper terjadi bukan hanya karena niat siperasa tapi juga karena adanya pemberi harapan, waspadalah-waspadalah."
  6. Ada layar dan soundsystem buat nonton bola, apalagi kalau tim kesayangan liverpool udah maen.
  7. Mesti bayar apa yang kita makan dan minum. Kalau makannya gratis bukan makanan cafe tapi ta'jil mesjid.
  8. Ada Musholanya. Musholanya bersih, rapih, dan luas, tapi gak perlu seluas Istiqlal.
  9. Ada larangan untuk membawa hp kalau orang-orang bawa hp pada asyik sendiri sama medsosnya.
  10. Kamar WC-nya bersih dan airnya terus mengalir. Kalau wc-nya jorok justru menghilangkan selera makan. Harusnya wc tuh bersih, ada musik klasiknya, ada pewanginya, ada AC-nya, dan ada yang cebokinnya.
  11. Pelayannya gak seksi. Kalau terlalu seksi, saya khawatir ini bukan cafe tapi tempat prostitusi.
  12. Pelayanannya cepat menghidangkan makannya. Jangan sampai kita nunggu sampai lumutan.
  13. Tidak ada asap rokok. Karena rokok membunuhmu.
  14. Tidak ada yang mengamen. Kecuali Raisa dan Isyana.
  15. Parkirannya luas supaya bisa parkir jet pribadi.
  16. Parkirannya aman, dijaga sama densus 88.
  17. Tidak ada pengemis, karena ini bukan lampu merah.
  18. Tidak ada mantan, karena mantan bisa dilihat tapi tidak bisa kembali.

Saya tidak banyak tahu tentang cafe-cafe di Medan. Tapi sejauh ini ada cafe yang sering saya kunjungi. Sebut saja namanya cafe liverpool. Kenapa namanya cafe liverpool? karena cafe ini bertemakan club liverpool. Logo cafenya terdapat liverbird, cat cafenya didominasi warna merah, pelayannya pun pakai seragam merah, dan saya pun kesana disaat tanggal merah.

Cafe ini tentunya menayangkan selalu team liverpool disetiap pertandingannya baik itu di discovery bein 1, 2, dan 3. Jika ada orang yang mau nonton klub lain disini tidak apa-apa, asalkan jadwalnya jangan bentrok dengan liverpool.

Paling sedih tuh kalau kita lagi nonton team kesayangan kita di cafe ini, terus yang menang team lain. Saya masih ingat, ketika lawan MU. Saat itu, Pendukung MU jumlahnya sebanding dengan pendukung liverpool. Mereka dengan suka cita tertawa ketika berhasil mebobol gawang liverpool. Kita cuma bisa sabar saja melihat mereka menikmati kemenangannya. Tapi ingin rasanya saya menusuk mereka pakai sendok makan.

Cafe ini sepertinya buka 24 jam, jika ada pertandingan di jam 3 pagi pun lampu proyektor tetap menyala. Selain itu, Jika listrik mati, maka pemilik cafe menyalakan genset. Parkiran disana juga aman, karena dijaga oleh satpam. Cafe tersebut juga terintegrasi dengan lapangan futsal. Jika kamu kesal team kamu tidak bisa memasukkan bola ke gawang dan kalah dipertandingan, kamu bisa langsung ke lapangan futsal dan menendang sekerasnya ke gawang yang kosong dan jangan lupa untuk bayar sewa lapangan.

Cafe ini tidak hanya menyediakan layar yang besar tapi juga beberapa tv dipasang di berbagai sudut, agar mempermudah orang-orang menontonya dari berbagai posisi. Suara soundsystemnya juga bagus, seolah kita merasakan atmosfer stadion anfield.

Pelayannya juga ramah-ramah dan memakai baju merah. Pelayannya juga sabar-sabar walaupun banyak dirayu sama Jones (Jomblo Ngenes). Mereka juga ikut menyatu dengan supporter, ketika liverpool menang mereka juga ikut kegirangan. Padahal kita belum tentu nambah pesanan hehehe..

Sebenarnya ini tidak murni dibilang cafe. Ini seperti food court karena terdiri dari kios-kios pedagang. Ada yang menjual teh tarik, nasi goreng, mie, jus, dan lain-lain. Harga makanannya pun terjangkau untuk kantong mahasiswa.

Kamu bisa dapat teman disini. Berdiskusi tentang team liverpool yang performanya naik turun. Walaupun kita tidak saling kenal, kita bisa merasakan kecewa nangis bareng, dan senang bareng. Itulah kenikmatan dari nonton bareng (NoBar). Sayangnya cafe ini jauh dari jangkauan bigreds medan (supporter resmi liverpool). Bigreds medan lebih sering mengadakan acara nobar di dekat cafe yang mudah diakses dari USU. Sedangkan cafe ini berada di jalan krakatau (cukup jauh dari USU).

You'll Never Walk Alone..... 

Bonus gambar

Sumber: https://annunaki.files.wordpress.com

Minggu, 28 Februari 2016

Asyiknya Wisata ke Danau Toba, Samosir, dan Air Terjun Sipiso-piso



danau toba


Hal yang pertama kita lakukan sebelum berangkat touring adalah membuat perencanaan perjalanan 
Berikut hasil diskusinya

Planning


Hari ke-1
05.30-Brangkat ke kostan Jon
06.00-Berangkat dari kostan jon
07.30-Perbaungan (pakam) sarapan
10.00-Siantar isi bensin, istirahat (beli makan)
12.00-Prapat(naik Fery)
13.00 samosir (main ke sigale-gale, ziarah, museum)
15.00-Menara tele, jalan pamulutan (isi bensin)
18.00-Silalahi (cari penginapan) makan malam

Hari ke-2
08.00-Berangkat (makan) isi bensin
10.00-Sipiso-piso (makan)
13.00-Brastagi (ishoma), bukit gundaling, solat di masjid raya
14.00-Pulang ke Medan

Perlengkapan yang harus dibawa, pakaian, handuk, perlatan mandi, sandal jepit, plastic besar, jas hujan, bekal makanan dan obat-obatan.



Perjalanan hari Pertama (kuning) dan Hari Kedua (hitam)

Hari Pertama: Danau Toba dan Pulau Samosir

5:00 Saya bangun.  
Tidur saya semalam tidak nyenyak, karena saya takut kesiangan, atau saking exited-nya bakalan pergi jalan-jalan. Saya siap-siap solat dan memastikan lagi barang-barang yang akan dibawa. Jon sudah whatsapp pukul 5:19. “Syam geus hudang can?” Artinya udah bangun belum? Saya pun menjawab bahwa saya sudah bangun dan setelah solat subuh akan berangkat. 

Perjalanan ke kostan jon sekitar 15 menit dari jalan krakatau ke jalan islamiyah, kemudian kami bertemu dengan Rasyid dan Bang Selan di pom bensin stelah fly over amplas. Kita isi bensin 20 rb pertamax. Mereka menggunakan mario 125. Sedangkan saya dengan jon menggunakan supri x 125. 

07:00 Kita sarapan di jalan Serdang no 138 kecamatan perbaungan di depan toko busana. Kita sarapan dengan nasi gurih dan lontong. Total kami membayar 32 rb.



Sarapan di jalan serdang

Kita ngobrol tentang penggunaan kacamata Bang Selan yang trendy, dia terpaksa beli karena untuk melindungi matanya, helmnya sudah disolatif sehingga kacanya tidak bisa menutupi wajahnya lagi. Perlindungan mata sangat penting saat touring agar debu-debu sepanjang perjalanan tidak merusak mata kita. Sedangkan saya pun disindir karena menggunakan sepatu pantofel untuk touring, “sam elu mau nyeles atau touring?” kata mereka. 

Peralatan yang paling lengkap adalah rasyid, helm full face mengkilat mpede milik dia kece banget. Dengan jacket eijer berwarna jingga yang terang, sepatunya pun pas begitu pula dengan si jon yang memiliki peralatan yang lengkap. Kita membahas mengenai helm dan menurut kita, belilah helm yang bagus tapi sulit untuk dijual kembali, agar tidak hilang saat parkir motor. Jangan pula berlebihan dengan menggunakan helm astronot kecuali tujuan kita touring antar planet. (kok saya jadi ngomongin helm..)

09:10-09:30 kita sampai siantar dan isi bensin dengan 21 rb pertamax. Perjalanan sangat cepat karena jalurnya bebas hambatan dan jalannya bagus. Bahkan si Supri X dan Mario bisa mencapai kecepatan 100-110 km/jam. Kita saling susul-menyusul dan sikut-menyikut. Jon fokus ngendarain motor saya fokus menjatuhkan lawan. Loh kok ini jadi kayak main Road Rash PS 1 gini...

10:45 kita sampai di balai kementrian kehutanan. Disini tempat dulu si Jon pernah singgah bersama teman-temannya di Lonsum. Jon sangat senang menikmati masa-masa keberadaanya disini, dia seperti mengumpuli keping-keping masa lalunya, mungkin dia ingat waktu dulu pernah nari india ala bolywood karena disini banyak sekali pohon.

istirahat balai kehutanan aek nauli


Balai penelitian kehutanan aek nauli


11:30 Kita sampai di pinggiran danau toba  kemudian beli makanan nasi bungkus, 20rb/porsi dengan ayam gulai. 

Danau toba terbentuk dari Gunung yang amat besar, yang meletus pada 70ribu tahun yang lalu. Bahkan menurut ilmuan, akibat dari letusan ini menyebabkan perubahan iklim yang drastic dan penyusutan genetic manusia karena hanya menyisakan 15 ribu manusia. Wallahu Alam.



rumah makan halal di pinggir danau toba



Pemandangan danau toba
  

11:45 masuk kawasan ke Ajibata, retribusi motor bayar 10 ribu dengan tanda panah di plat warna hijau nomor. 

Tanda masuk danau toba


13:00 nyebrang ke samosir, biayanya 52 ribu, 2 motor dengan 4 orang (3 single & 1 married).

Jon, Rasyid, dan Bang Selan makan di kapal. Sedangkan saya tidak makan di kapal, karena saya bisa mual kalau makan di kendaraan. Banyak juga yang menawarkan makanan seperti air mineral, kuaci, dan telur rebus selama menyeberang. Mereka menawarkan dagangannya 10rb, 3 buah. Mereka tidak akan beranjak sebelum kita membelinya. 


menyeberang ke pulau samosir



13:40 Sampai di tepian samosir. Parkir di rumah warga, dan ada anak kecil perempuan yang agak malu-malu, keluar sambil bilang, "per motor bayar 5ribu...", kita pun bayar dan minta agar motor kita dijagain kalau bisa sih dirantai pakai rantai kapal pesiar. 

Kita numpang solat dulu di rumah makan Islami. Semuanya sudah makan di kapal. Jadi saya makan di parkiran tepatnya diatas motor (Bisa dibayangin?). Selagi saya makan, ada anjing berwarna putih mendekati saya, untungnya anjing tidak seperti kucing yang menggesek-gesekan badannya ke kaki kalau menginginkan sesuatu. Saya tidak tahu nama anjing itu, mungkin namanya Hachiko. Anjing tersebut kelihatannya menginginkan makanan yang saya makan, dia menjulurkan lidahnya, sambil mengangguk-anggukan kepalanya, saya pun bergegas makan nasi tersebut, lalu memberikan sisa daging ayam ke anjing tersebut.

Eh,, setelah saya beri makan, anjing itu terus mengikuti, saya pun mengusirnya. Anjing itu pun pergi dengan rasa kecewa. Saya harap anjing itu bukan benar-benar Hachiko, karena saya tidak tahu lagi kapan saya akan kembali ke sini.

Kita solat di jamak takdim di rumah makan. Kita pun makan dan minum sekitar 20rb/ porsi untuk dibungkus dan dibawa sampai hotel nanti, karena sangat sulit menemukan makanan halal sepanjang perjalanan. Oleh karena itu, sebaiknya banyak bawa bekal seperti roti jika akan melakukan perjalanan seperti ini.

parkiran warga samosir
Tempat Parkir di Rumah Warga

makanan halal di samosir


jalan samosir


15:00 Masuk ke museum Tomok Batak. Ada ibu menyapa kita dengan kata, "horas..." Kita tidak mempedulikannya karena jalan terburu-buru. Si ibu tersebut bilang, "jawablah Bang, nanti murah rezeki". Kita pun langsung menjawab dengan keras "HORAS…". SI Ibu itu pun langsung kaget.

Museum Tomok Medan Papan Nama



Museum Tomok Medan Lemari


Museum Tomok Medan Pintu

Museum Tomok Medan Patung

Museum Batak Tomok ini berisi alat-alat bersejarah dan adat. 

Setelah keluar dari museum Tomok Batak. Ibu tadi, memohon kita untuk mampir ke tempatnya untuk beli oleh-oleh. 

"Kita gak punya hepeng, Bu..." 

"Gak apa bang mampir aja ke sini lihat-lihat." 

Akhirnya kita pun lihat-lihat. Si ibunya sedang hamil, ramah dan selalu tersenyum, kedua anaknya dengan umur 3-4 tahun pun keluar dengan penampilan ingus yang belum diseka sambil menatap kita.

"Ini Bang, ulos asli hasil tenunan masyarakat sini. 20 rb saja bisa kurang."

Saya dan Jon, sebenarnya gak ada niat untuk beli apa-apa.

Dan Si Ibu tersebut tidak berhenti menawarkan semua barangnya sampai kita tertarik. 
"Ini sarungnya wangi bang, digosok-gosok tambah wangi dan dibuat dari serat pohon wangi."

Dia menggosok-gosok sarung tersebut dan kita menciumnya wangi. Dia bilang bahwa walaupun dicuci dan dijemur, wanginya tidak akan hilang. Kecuali dijemur di pinggir jalan, bisa hilang dibawa maling.
 
Bukannya beli Ulos, kita malah beli sarung. Si Jon gak bawa sarung, sedangkan saya memang cuma punya 1 sarung di kostan. Sarung yang tadi harganya 135rb ditawar menjadi 80rb/pcs. Bang Selan juga beli sweater kecil untuk anaknya. 


tempat jualan oleh-oleh samosir


Kemudian kita masuk juga kita ke makam Raja Sidabutar yang ada sejak tahun 1544. Untuk memasuki wilayah tersebut, kita diwajibkan mengenakan ulos untuk menghormati Raja Sidabutar. Ulos tidak perlu beli karena dipinjamkan oleh penjaga makam disana. Makam tersebut tidak dikuburkan ke dalam tanah, melainkan jasadnya hanya ditutup dengan ukiran batu. Raja Sidabutar merupakan orang pertama di Samosir yang sangat dihormati disana

Ukiran kepala besar menandakan wajah Raja Sidabutar sedangkan ukiran kepala wajah yang kecil menunjukkan permaisuri Boru Damanik. Alkisah, waktu dahulu mahar untuk meminang Boru Damanik adalah dua ekor gajah. Raja Sidabutar sampai mencarinya ke Aceh. Kalau calon istri saya menginginkan hal yang serupa, lebih baik bunuh saya saja. 

Kita bisa lihat bahwa orang batak sangat menghormati leluhurnya, seperti sepanjang perjalanan kita bisa lihat, disamping rumah warga terdapat tugu pemakaman leluhur mereka.  

Pintu Masuk Makam Raja Sidabutar
 Pintu masuk ke makam Raja Sidabutar
Makam Raja Sidabutar papan nama

Ekspresi Rasyid seperti bertemu dengan ayahnya (penjaga makam)

Makam Raja Sidabutar


Selanjutnya kita menuju ke Objek wisata Sigale-gale. Disini sebenarnya kita bisa melihat tari tortor. Karena kita harus segera berangkat jadi kita hanya sekedar foto-foto saja.

Sigale-gale merupakan patung yang dibuat untuk menghibur Raja karena anaknya tidak pulang setelah pertempuran. Sigale-gale dibuat atas saran penasehat Raja. Dia melakukan upacara adat dan tarian sehingga membuat patung tersebut bergerak dan hal tersebut bisa menghibur Raja yang sedang sakit. Nama Sigale-gale diambil dari nama anak raja tersebut yaitu Manggalae. Sigale-gale juga berarti bergerak sangat lambat dan pelan. 

Mendengar cerita itu saya jadi ingin pulang agar bapak dan ibu saya tidak membuat patung saya dirumah.  




15:30 kita berangkat lagi menyusuri sepanjang jalan pulau Samosir.

Rasanya seperti melihat orang yang kita sayangi. Damai banget…Pemandangannya sangat indah, sebelah kiri bukit-bukit dan persawahan yang letaknya sangat dekat, sedangkan sebelah kanan pemandangan danau toba. Subhanallah...

Pemandangan bukit-bukit samosir
Pemandangan danau toba



Pemandangan danau toba terbaik

16:39 Kita isi bensin di Panguluran 17 rb pertamax.
Sapanjang perjalanan kita banyak berhenti dan foto-foto, sampailah di tele pukul 18.00. 

Udaranya sangat sejuk sekali, oksigennya seperti bermain melalui lubang hidung, tenggorokan, bronkus, bronkeolus, alveolus, selanjutnya bercinta dengan hemoglobin dalam darah. Keadaan ini membuat saya ingin menghirup udara sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan AC, udara dipegunungan tidak sekedar dingin tapi kualitasnya pun bagus dengan kelembapan yang cukup. Sehingga bawaannya adalah rasa senang dan damai.

Saya bergantian bawa motor dengan Jon karena kedinginan, pukul 19.00 kabut mulai turun, dan semakin gelap. Untungnya si Jon, memiliki lemak berlebih sehingga tahan terhadap dingin. Sedangkan saya kalau kena angin dingin, dinginnya bisa sampai ke sumsum tulang. Dipastikan suhu udaranya kurang dari 24C, karena tolak ukurnya, saya hanya bisa tahan dikamar ber-AC dengan suhu maksimal 24C. 

Jalannya sepi sekali, saya takut ada begal di sana, karena kita hanya 2 motor berkendara menuruni gunung, jarang sekali ada kendaraan lain.

20:00 Sampai di penginapan Angkasa Jl. Nusantara no 4 Sidikalang dan langsung check in. Bayar per kamar 100rb dan bisa muat untuk 2 orang. Ukuran kamarnya lumayan cukup luas. Dikasih juga sabun dan handuk. Menginap di sini tidak perlu AC karena suhunya sudah sejuk dan dingin. Karena hotelnya murah, kalau saya sih tidur dialasi dengan sarung lagi, agar tidak gatal-gatal.

Gerbang Hotel Angkasa Raya

Kamar hotel Angkasa Raya Sidikalang


Tempat Duduk Angkasa Raya Sidikalang

Tempat duduk untuk bercengkrama dan diskusi rencana perjalanan selanjutnya

Kita beli makanan baso hangat, seharga 13 rb/porsi. Porsi basonya besar dan lumayan enak. Kuah baso yang hangat dicampur dengan nasi bungkus yang sudah menjadi dingin akibat perjalanan dari Samosir. Kita tidur sekitar jam 22:00

Hari Kedua: Air Terjun Sipiso-piso

05:00 Mandi solat

07:20 Sarapan dengan roti dan langsung berangkat

07:28 Isi bensin 12 rb di Sidikalang. 

Pagi-pagi sudah disuguhkan pemandangan yang apik.. menambah kita semangat melanjutkan perjalanan.

Bukit Sidikalang
Pemandangan Bukit Sidikalang


8:20 Kehujanan, pakai jas hujan, dan pipis di pinggir jalan. Untungnya kita laki-laki, tinggal butuh tisu, dan air urusan kelar dah. (Penting gak sih..)

9:30 Salah jalan menuju air terjun Sipiso-piso 

"Pak, ini ke arah air terjun Sipiso-piso?"

"Iya, per motor bayar 15 ribu."

Kita heran, kok jalannya berbatu dan sulit dilalui. Bahkan saya sampai turun motor, mendaki lekukan jalan yang tidak ada habisnya hingga lutut saya terkilir. Untungnya ada orang yang lewat, dan mereka bilang bahwa arah yang kita daki adalah bukit gundul bukan air terjun sipiso-piso. Jadi kita turun lagi, dan menuju pintu gerbang berikutnya.

Akhirnya kita menemukan gerbang menuju air terjun sipiso-piso. Masuk motor bayar 8 ribu. Parker 5 rb.
 
Sesampainya disana kita langsung parkir di warung dan makan. Nitip tas di warung. Kita juga ganti sepatu menjadi sandal jepit agar ringan perjalanannya.


Bukit sipiso-piso

Air Terjun sipiso-piso

Ada retribusi kebersihan di pertengahan jalan tangga menuju air terjun. Orang tersebut berjaga sambil main catur dan meminta uang 2 rb kepada orang yang melewatinya.

Baru beberapa tangga kita turuni, eh kita melihat ada orang yang pingsan setelah naik tangga tersebut. Sebaiknya kalau menuju wisata alam seperti ini, sepatu dan pakaian pun disesuaikan. Banyak pasangan yang berpenampilan seperti mau nonton ke bioskop yang malah menuruni ratusan tangga disini. Memakai sendal tapi berhak, celana jeans ketat dan lain-lain. Seharusnya sih, pakai pakaian olahraga untuk melewati rintangan tangga ini.  

Ada hal yang buat semangat adalah bidadari mandi di air terjun tersebut.  

Pelangi di air terjun sipiso-piso
Bidadari Sedang Mandi

Lutut saya terkilir waktu salah jalan di jalan menuju bukit gundul sipiso-piso. Saya paksakan untuk turun tangga dengan hati-hati, saya gak ingin balapan. Tidak seperti rasyid yang cepat turun tangga karena memiliki bobot yang ringan. Loncat-loncatan seperti tanpa grafitasi, mungkin dia memiliki kemampuan levitasi atau jurus meringankan tubuh. Pak Selan yang bobotnya paling besar dan saya yang cidera turun paling belakang. 

Sampailah kita ke bawah sipiso-piso, wuidih anginnya sangat kencang. Saya pun menitipkan barang saya ke tenda tempat jualan wop mie dan minuman hangat di bawah. Saya pakai celana pendek, dan mencoba mendekat sipiso-piso, dan luar biasa, segarnya. Anginnya sangat deras dan rasanya tubuh seperti di steam di cucian kendaraan bermotor. Ada yang bilang bahwa arti dari sipiso-piso adalah karena arusnya yang deras yang perih bila terkena tubuh. Maklumlah, ketinggian air terjun ini mencapai 120 m, bisa dibayangkan derasnya percikan air terjun dibawahnya.

Saya duduk dekat batu dan itu pun masih merasa takut karena takut tiba-tiba longsor atau ada banjir bandang karena awannya mendung. Saya gak berani lama-lama disana, barang elektronik yang tak tahan air bisa rusak disana, belum lagi perjalanan ke medan masih jauh dan harus menjaga kondisi badan. Baju saya pun basah kuyup. Saya beli wop mie 10 rb di kedai paling dekat dengan air terjun, sebagai ucapan terimakasih karena bersedia menjaga barang saya.

Kita akan kembali ke atas dan mesti menanjaki ratusan tangga. Triknya adalah jangan melihat banyaknya tangga tapi jalani saja tangga tersebut sedikit demi sedkit. Seperti halnya, jangan melihat akhir kehidupan tapi jalani saja kehidupan ini.

Melangkahlah pelan-pelan, kecil-kecil saja dengan tangga yang landai dengan kecepatan yang konstan dan selalu istirahat setelah 2-3 tikungan tanjakan, agar kaki tidak keram. 

Naiklah tangga dengan cara selalu bergantian kaki kiri dan kanan. Tak usah terburu-buru karena ini bukan perlombaan.

Jangan khawatir kehausan karena setiap lekukan tangga ada juga yang jualan minuman atau wop mie, dan tempat singgah. Jangan lupa yah, selalu buang sampah ditempat sampah.

tangga sipiso-piso

tangga sipiso-piso
 Tangga yang paling terjal (ngeselin)
 

Sesampainya di warung kita istirahat lalu numpang solat di warung tersebut.

13:15 Akhirnya kita pulang pukul menuju medan. 

Kita melewati brastagi dan nyobain makanan pecel, wajik. Cukup murah hanya 13 ribu bisa merasakan pecal di rumah makan bahagia. Bang Selan pun bilang bahwa saya pasti suka, orang sunda kan suka rumput-rumputan sayur-sayuran. Boleh minta bumbu pecelnya dipisah, karena saya tidak suka yang terlalu pedas. Wajiknya juga enak. Free wifi juga disana.


Rumah makan Bahagia

 Rumah makan Bahagia Pecel
Rumah Makan bahagia Brastagi

Kita sampai di Medan, jalan halat, kostan Jon. pukul 17.30.

Begitulah cerita perjalanan kita. 


 Terimakasih kepada Jon, Rasyid, dan Bang Selan atas perjalanannya.



sumber gambar: dokumen anggi kusumawardani dan hisyam. 
Perjalanan ini juga ditulis oleh: https://anggigeo.wordpress.com/