Sabtu, 27 Desember 2014

Negeri Tujah, Ketika Tusuk Menusuk Menjadi Hal yang Biasa




Kali ini gw akan menceritakan bagaimana hidup di negeri Tujah. Tahukah kawan apa yang disebut dengan tujah. Tujah yang aku tangkap dari pembicaraan orang lain adalah penusukan dengan menggunakan pisau dan bermaksud untuk membunuh. Iya, orang di negeri ini tak suka beradu mulut. Jika ada masalah yang terjadi, bukan mulut yang bicara tapi pisau yang berbicara.

“Hei, aku tujah kau…” ketika kau mendengar kata itu. Maka itu bukanlah sekedar gertakan. Pasti ada seseorang yang telah ditusuk. Sasarannya adalah tubuh seseorang, bisa punggung, atau bagian perut. Kawanku pernah menyaksikan orang yang ditusuk perutnya (lambung), katanya suaranya seperti kamu menusukkan jarum ke balon.

Ada pun cerita dari pengusaha roti yang bernama Dede. Dia baru saja membuka cabang di negeri tujah. Dia bercerita bahwa pemasaran rotinya di daerah tersebut sangat baik. Apalagi jika harga karet dan sawit sedang tinggi. Harga karet tertingi bisa mencapai 20rb, nah ini membuat perekonomian negeri ini sangat baik. Pengusaha penjual barang dan makanan apapun akan merasakan dampak perekonomian yang positif. Orang-orang negeri ini, biasa royal menggunakan uangnya. Ketika uang sudah di tangan maka dia akan membeli apapun, entah itu barang elektronik, pakaian, ataupun kendaraan. Namun, ada juga beberapa yang menabungkan uangnya ke Bank. Infrastruktur bangunan, jalan, dan jembatan di negeri ini sangat baik, tidak ada yang rusak sedikitpun. 

Adapun pabrik rokok yang baru saja buka di negeri tersebut sangat sulit untuk mendapatkan tenaga kerja.
  
“Daripada saya kerja dari pagi hingga malam dengan gaji kecil. Lebih baik saya di kebun mengumpulkan getah karet. Kerja lebih santai, hanya menunggu tetes demi tetes getah masuk ke dalam wadah batok kelapa.”

Di lain sisi, ketika harga karet turun menjadi 4rb, munculah banyak terjadi tindak kriminalitas. Asep yang merupakan sales roti, pernah mendengar tentang obrolan pria-pria di warung. 

“Jon, kali ini kita turun dimana?, gw gak pegang uang nih buat bayar cicilan motor” 

“Iya, gw juga gak pegang uang sekarang. Di daerah persimpangan masjid aja, kan biasanya ada mobil indomar lewat situ.”

“Oke siap..”

Mereka terang-terangan berbicara seperti itu di depan Asep, seolah menjadi hal yang lumrah.
Saat musim karet dan sawit murah, Dede disamperin oleh orang daerah tersebut bahwa rotinya gak boleh berkembang karena bisa mematikan usaha orang lain. Dede merupakan perantau, dia diancam oleh pengusaha roti daerah setempat. Dede mengerti akan nasehat tersebut (red:ancaman). Dede pun produksi roti hanya sekedarnya saja.

Asep mengakui bahwa sebenarnya sangat mudah berjualan di negeri tujah. Dia bisa mengantarkan 10 keranjang roti setiap harinya. Roti yang BS (Basi) atau berjamur pun sedikit, sehingga untung yang didapatkan pun banyak. Suatu hari dia ingin mengantarkan roti ke daerah pinggiran kota. Dia pun bertanya ke warung tentang daerah tersebut.

“Bu, di daerah sana. Masih banyak warung gak? Aku mau ke sana untuk menjual roti.”

“Sebaiknya jangan hari ini Pak, ada orang yang mati di persimpangan masjid itu. Darahnya saja masih segar.” Dengan enteng penjaga warung menjelaskan.

Muka penjual roti pun langsung pucat. Dia langsung balik lagi ke rumahnya untuk menenangkan diri padahal masih ada 8 keranjang yang harus dia jual.

Jika kita ragu atau cemas terkadang hal tersebut justru terjadi. Inilah yang dialami oleh Asep. Dengan modal nekat dia menjamah daerah baru untuk menjual rotinya. Dia pikir jam 10 pagi adalah aman untuk jalan-jalan mencari langganan baru. Eh, nyatanya ada dua orang yang menghampiri motornya dan menanyakan tujuannya kemana. Dengan polos, Asep menjelaskan bahwa dia hanya ingin jalan-jalan memperluas pemasaran. Selanjutnya, dua pria tersebut mengeluarkan pisaunya. Dia menyuruh Asep menyerahkan motor dan dompetnya. Asep pun pasrah dan menyerahkan seluruh hartanya ke pemuda tersebut. Padahal motornya baru berusia 1 bulan, dan dia setiap hari mencuci motor tersbut. Motor bagus selalu jadi incaran perampokan. Justru, motor yang kusam dan sudah berumur, jarang dicuci bisa lebih berguna dan aman.
Dede bercerita mengenai kejadian yang dialami Asep di warung.

“Kemaren teman saya di rampok ketika akan mengantarkan roti. Motor dan dompetnya pun hilang.”

“Orangnya ditusuk Pak?” Kata pemilik warung.

“Alhamdulillah orangnya sih gak apa-apa.”

“Oh, mendinglah. Dia harus bersyukur sekali, motor dan harta gak apa-apa hilang. Daerah sini memang rawan Pak, mereka lebih memilih merampok dari pada anak dan istrinya kelaparan.”

Dari perkataan tersebut, Dede bisa menyimpulkan bahwa lebih banyak yang mati ketika dirampok. Dede pun menutup pabrik rotinya di negeri tersebut.

Ada juga kejadian dari Ade. Ade pernah ditabrak oleh motor satria dari depan. Sepertinya motor satria itu sedang bapalan sehingga dia mengambil jalur berlawanan. Dia tidak melihat mobil di depannya. Korban dibawa ke rumah sakit hingga menghabiskan biaya operasi 35 juta. Namun, nahas, nyawanya tidak tertolong.

Ade kemudian dibawa ke polres, dia menceritakan kejadiannya. Empat keluarga korban, yaitu bapak dan tiga saudara laki-lakinya menghampiri Ade. Sebelum masuk kantor polisi, 4 orang tersebut menaruh pisau mereka di meja pak polisi. Ade hanya bisa terdiam menyaksikannya. Keluarga korban bilang bahwa ketika satu nyawa hilang maka harus digantikan oleh beberapa orang menjadi keluarga. Oleh karena itu, perlu acara adat. Pak Ade berserta adiknya mengikuti saran dari bapak tersebut. Dia harus tinggal di kampung selama 3 hari 2 malam. Ade dan adiknya merasakan adat istiadat kapung tersebut. Mereka disatukan dengan alam oleh penduduk setempat. Kakak korban senang mengobrol dengan Ade hingga larut malam. Kakak korban bercerita tentang pengalamannya menusuk orang, membunuh orang, dan dia pun menunjukkan luka-luka tusukan ditubuhnya. Hal-hal tersebut menjadi kebanggaan mereka. Menurut mereka ketika sudah saling tusuk maka masalah akan selesai. Ade sebenernya tidak ingin mendengar cerita-cerita tersebut, tapi demi menghargainya, dia terus bertahan mendengarkan cerita tersebut. 

Tidak ada kamar mandi di kampong tersebut sehingga Ade harus mandi ke sungai. Dia diantar oleh kakak korban. Namun, dia melihat kakak korban menaruh pisau di pinggangnya. 

“Pak, buat apa bawa pisau ketika mandi.” Pak Ade dengan wajah cemas.

“Gak apa-apa, buat jaga-jaga jika ada ular aja.”, Sambil tersenyum

Orang desa tersebut mandi saja bawa pisau. Bisa dibayangkan kan, bagaimana merasa terancamnya Ade. Ternyata kebiasaan membawa pisau bukan dilakukan oleh pria saja melainkan juga wanita. Mereka biasa menaruh pisau di tas mereka.

Adapun cerita dari Rizal. Rizal tinggal dan besar di daerah pasar. Rizal memang dilahirkan di negeri ini, namun dia cinta kedamaian, dia mudah bergaul, dari Koko pemilik toko sampai preman-preman di pasar. Kalau soal tujah-menujah dia sudah banyak dengar dan menyaksikan peristiwanya. Perebutan lahan parker di pasar pun bisa berakhir dengan tujah-menujah”

Pernah ada orang yang memeluk dirinya sambil meminta tolong. Ternyata di punggungnya sudah menancap pisau cap garpu. Pisau tersebut menembus punggungnya hingga ujungnya keluar di bagian dada. Namun, pisau tersebut sudah tidak bergagang. Mungkin pisau tersebut didisain agar gagangnya mudah lepas sehingga bisa menghilangkan barang bukti (Red:sidik jari).

“Pak tolong saya Pak.” Ucap pria orang yang ditusuk.

Rizal pun melepas pelukan pria itu dan lari. Bukan tidak ingin menolong, tapi dia lebih mementingkan keselamatan dirinya sendiri.  

Walaupun hidup di pasar dan berteman dengan preman, Rizal tidak kebal dengan peristiwa perampokan. Ketika dia sedang berkunjung ke pasar lain, ada lelaki menghampirinya. Dan menodongkan pisau agar Rizal menyerahkan dompetnya. Rizal bertubuh pendek dengan kulit hitam sehingga orang akan menganggapnya remeh dan mudah ditaklukan. Padalah dia pernah ikut beladiri karate sewaktu sma. Orang yang menodongkan pisau ke dirinya langsung diputar tangannya, lalu dia tonjok dagunya. Ternyata perampok itu tidak sendiri. Temannya langsung menaruh sesuatu di leher Rizal. Yang dia rasakan adalah ada benda logam dan lehernya merasa dingin ketika menyentuhnya. Rizal tidak bisa lihat itu pisau atau bukan. Tapi Rizal menyadari bahwa nyawa lebih penting dari harta, dia pun menyerahkan seluruh hartanya. Padahal dia baru 2 bulan menikah. Dia berdoa agar diberi keselamatan oleh Allah. Setelah Rizal menyerahkan hartanya. Pisau di lehernya pun dilepaskan. Ternyata pria yang telah dihajar, berusaha balas dendam. Dia mengarahkan pisau ke arah perut Rizal. Untunya Rizal memiliki reflek yang baik sehingga hanya menyentuh pinggangnya. Kedua lelaki itu pun langsung lari pergi. 

Hal yang konyol yang dilakukan Rizal adalah menaburi lukanya dengan menggunakan kopi dan alkohol. Dia dapat ilmu tersebut dari temannya (red:preman). Sungguh perih rasanya. Esok hari, dia pergi ke dokter. Dokter bilang bahwa luka tersebut harusnya tidak dibiarkan lama karena biasa saja pisau tersebut mengandung racun. Jika pisau mengandung racun Rizal hari ini sudah meninggal. Dokter pun menyuntik lukanya. 

“Lukanya terkena tanah yah pak?”

“Bukan Dok, itu kopi.”

“Loh kok bisa kopi sih Pak.”

”Iya temen saya menyarankan seperti itu.”

“Yah jangan diturutin hal yang belum tentu benar Pak.”

“Saya jadi harus membersihkan serbuk-serbuk kopi ini di luka bapak.” Kata dokter.

Rizal melihat dokter mengoyak-oyak dagingnya untuk membersihkan serbuk kopi tersebut. Namun, dia tidak merasakan sakit karena sebelumnya sudah di bius.

Akhirnya, aku pun menyaksikan aksi tujah-menujah juga. Sewaktu demo pasar, ada ibu yang berteriak 

“Tujah… Tujah…. “ 

Aku pun menghampiri kerumunan orang. Rupanya ada tukang ojek yang telah ditusuk bagian punggungnya sebanyak 7 kali. Pelakunya langsung lari. 

Orang-orang hanya menyaksikannya tanpa berbuat apa-apa. Untung saja ada kawannya, pria tersebut dibawa dengan motor. Dia didudukkan di tengah, diapit dua orang. 

Aku melihat wajahnya sudah biru dan pucat. Tak lama ada kabar bahwa dia meninggal di dalam perjalanan.
Setelah kejadian itu orang terlihat biasa saja, dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Sedangkan saya shock berat, makan siang pun jadi gak nafsu, rasanya pengen segera pulang ke Jawa. Tukang becak pun bilang bahwa 3 hari yang lalu juga terjadi hal yang serupa, tapi waktunya subuh hari. 

Tidak semua orang di negeri tersebut seperti itu. Ada juga orang yang berpendidikan, kerja keras, jujur, dan pandai menahan emosinya. Ketika orang tersebut merantau untuk merubah nasibnya mereka pun terkena dampak negatifnya. Perusahaan-perusahaan sulit untuk menerima dia karena ktpnya bertuliskan Negeri Tujah. 


Minggu, 16 November 2014

Cara Laki-laki Melankolis Menyukai Seseorang






Dia melihatmu tanpa alasan yang jelas seolah ingin menyampaikan sesuatu. Namun ketika kamu tanya, dia bilang tidak ada apa-apa. Kamu sebenarnya tidak cantik, tapi kamu terlihat terindah dalam hidupnya. Dia menggunakan topic pembicaraan apapun demi untuk selalu menatap matamu. Dia tidak takut apapun ketika melihat wajahmu. Masa depannya terbayang jelas dipikirannya. Karena kamu orang yang dia cari selama ini. 

Kamu orang yang unik, dan cuma kamu yang bisa menggetarkan hatinya. Dia akan melamun sepanjang perjalanan memikirkan dirimu. Tapi banyak hal yang dia takutkan sebelum mengungkapkannya. Dia masih harus membantu keluarganya, dia pun belum tahu apakah kamu sudah memiliki pasangan atau tidak. Dia ingin mengenalmu tapi tak tahu harus dimulai dari mana dan dengan cara seperti apa. 

Dia pun selama ini tidak pernah mengenal wanita, kecuali ibunya. Dia tidak pernah pacaran sama sekali dan mengungkapkan perasaannya pada siapa pun. Dia memujimu bukan karena merencanakannya tapi karena kamu memang pantas dipuji dan itu keluar begitu saja. Kamu terlihat cantik baginya. Seperti apapun kamu, berhias atau pun tidak berhias. Bahkan setelah bangun tidur tanpa cuci muka pun, kamu akan terlihat sangat manis baginya.
-
Dia yakin bahwa kesederhanaan kamu akan mengerti keadaannya. Dia merasa kamu adalah pencerminan dirinya. Dia melihat kerja keras kamu dan kepedulian kamu. Dia yakin kamu adalah tipikal wanita pejuang namun dia tidak akan membuatmu kesusahan sedikit pun. Dia akan rela berkorban apapun demi mu. 

Kamu terlihat keren dengan kesederhanaanmu dan cara kamu bekerja. Menyukaimu, membuat dia lupa akan artis yang dia suka. Wanita-wanita cantik dengan berpakaian serba minim yang berlalu lalang pun tidak lagi jadi perhatianya. Dia tidak akan menghianati perasaannya dengan melihat hal-hal seperti itu.
-
Dia sering bernyanyi sambil bekerja, dan sebenernya lirik-lirik cinta itu ditujukan untukmu.
-
Seperti lagunya The Corrs, “…coz I am… Falling in love… with you…”, James Blunt, “Your beautifull… its true…” dan Andra & Back Bone, “oh.. sayangku kau begitu… sempurna…”
-
Kamu mendengarkannya dengan cara yang biasa. Namun, dia menyanyikannya dengan penuh perasaan tak peduli fals. Bercanda denganmu, dan membuatmu tertawa adalah hal yang terindah yang pernah dia rasakan. Dia menjadi seseorang yang lain dari biasanya. Apalagi jika kamu menyentuh pundaknya. Sikap akrabmu membuka harapan yang lebar untuk dia. Dia akan bertanya-tanya apakah kamu adalah jodohnya. 

Kamu akan merasa bahwa dia sepertinya menyukaimu. Perasaan suka tidak bisa ditutupi. Naluri sebagai manusia untuk mencari pasangan hidup akan kamu rasakan. Dia tidak ingin membuatmu kedinginan, dia menarik jaket mu agar menutupi seluruh tubuhmu. Dia merindukanmu walaupun berpisah beberapa jam saja. Kamu akan ada di pikirannya sebelum tidur.
-
Dia mencari semua tentang kamu di google, facebook, atau pun di twitter. Dia juga membongkar semua foto kamu, mencari tahu semua tentangmu. Apa yang kamu suka, tempat mana saja yang suka kamu kunjungi. Sehingga dia punya rencana untuk bisa jalan bersama mu suatu saat nanti. Dengan pria siapa saja, kamu berfoto. Dia akan melihat pria tersebut, dan membandingkan dengan dirinya. Selanjutnya, dia akan memperhatikan penampilannya agar terlihat lebih keren di depanmu.
-
Dia akan mendapat nomer hp kamu dengan cara apapun. Kemudian dia mencari alasan untuk sms kamu, dan menyelipkan perhatiannya kepadamu. Contohnya,
-
“Trash bag kamu taruh dimana yah?
*Jangan lupa solat dan makan #Pesan Sponsor”
-
Selanjutnya dia akan sulit tidur sampai dia dijawab smsnya. Akses internet di hp selalu dia nyalakan, volume hp dia setting maksimal. Walaupun demikian, sesekali dia masih melihat hpnya padahal hpnya belum bersuara sekali pun. Suara line pun berbunyi. Mungkin kamu gak ada pulsa, jadi kamu menggunakan line. Setelah dibuka membaca basmallah, ternyata itu iklan quiz AADC line. Sehingga lagu Cita Citata cocok dinyanyikan waktu itu #sakitnya tuh di sini.
-
Selanjutnya, kamu akan sms dengan menyatakan “Maaf yah…” di pagi hari, padahal dia sms dari siang kemarin.  
-
Jika semua itu belum cukup, dia akan menanyakan seseorang yang dirasa lebih mengenal tentang kamu. Walaupun sebetulnya, itu akan membuat rahasianya terbongkar. Saat orang tersebut menjelaskan bahwa kamu sudah punya kekasih. Dia merasa hampa hatinya (#np Ari Lasso – Hampa). 

Dia pun meminta tolong kepada orang tersebut untuk menjaga kerahasiaannya. Namun, ia ingin memastikan bahwa kamu benar-benar punya seseorang kekasih. Dia tidak menanyakan, “Kamu sudah punya pacar?”. Karena dia takut pertanyaan itu akan membuat kamu mengetahui perasaannya.
-
Tapi dia akan menanyakan, “Gimana pacar kamu?”.  Lalu kamu menjelaskan tentang pacar kamu. Dia akan menyadari bahwa semakin kamu menjelaskan tentang pacarmu, semakin hampa hatinya, tersobek-sobek harapannya. Kemudian dia mandi sower dengan air panas, dengan panas maksimal serta kucuran yang deras. Sesekali dia berteriak.
-
Selanjutnya, dia mengurangi pandangannya terhadapmu karena dia tahu semakin sering dia melihatmu, dia semakin menyukaimu apapun yang terjadi. Namun, sesekali dia masih melihatmu dari belakang.
-
Dia akan bersikap dingin untuk mematikan perasaannya. Jangan tanya dia ‘mengapa’ karena dia tidak bisa mengatakannya. Dia sedang mencari seribu alasan agar tidak menyukai kamu. Padahal sebenernya hal itu sia-sia saja. Dia akan bekerja sangat keras, bergerak lebih cepat hingga berkeringat untuk melampiaskan perasaanya. Dia tidak berusaha lagi untuk menggapai hatimu. 

Dia sadar bahwa pacarmu pasti memiliki perasaan yang sama. Apalagi hubungannya sudah berlangsung selama 4 tahun. Banyak hal dan kenangan yang kamu lalui dengan pacarmu. Sedangkan yang dimilki dia hanya berupa fantasi dan rencana saja. Dia merupakan tipikal melankolis tragis, yang selalu melepaskan apa yang dia inginkan, dan tidak ingin menyakiti siapapun termasuk pacarmu. 

Dia sadar bahwa perasaan itu tidak boleh egois. Harus juga memikirkan orang lain. Andai kamu menyukai dia. Dia tetap tidak akan merusak hubunganmu dengan pacarmu. Perasaan suka tak harus memiliki bukan begitu? Tenang saja, dia pasti bisa menghilangkan perasaannya dan dia pun akan kembali menyukai orang lain.
-
Tak lama hp dia bergetar. Ada sms dari ibunya, “Assalamu’alaikum, Nak kamu dimana?”
-
Dia langsung menelfon ibunya, dan menyatakan bahwa dia akan segera pulang.
-
Dia menyadari bahwa dia hanya mempunyai ibunya. Ibu merupakan segalanya baginya. Hanya ibu yang mengerti dan perhatian padanya. Dia melihat wajah ibunya yang semakin berumur. Ibunya yang tak terurus, kulitnya yang semakin berkerut. Membuatnya sadar bahwa yang harus benar-benar dia cintai adalah Ibunya. Dia curhat dengan ibunya di dalam hati sambil melihat ibunya yang sedang menjahit pakaian. 

Dia tidak ingin ibunya tahu tentang apa yang ia rasakan. Dia pun menyuguhkan teh hangat kepada ibunya. Ibunya pun tersenyum padanya. Dia belum sama sekali berbuat demi kebahagiaan ibunya. Dia akan melihat bahwa kehilangan wanita itu, sama sekali tidak berarti jika dibandingkan kehilangan Ibunya. “Ibu makasih, karena keberadaan ibu selalu menjadi obat bagiku, sama halnya sewaktu kecil, lututku tergores dan ibu memberikan obat merah padaku. Aku akan selalu berjuang demi kebahagiaan ibu”.
-

Jumat, 28 Maret 2014

Cara Melaporkan Pajak Penghasilan Gaji (SPT) di Palembang.



Pas lagi di UKM. Tiba-tiba hp gw bergetar. Gw lihat nomernya gak gw kenal. Apakah mungkin yang nelpon dari agen CIA atau Abu Bakar Ba’asyir. *jeng..jeng…jeng (backsound sinetron). 

Gw pun berfikir selama lima detik untuk ngangkat tuh telepon. Akhirnya setelah detik ke-6 gw putuskan untuk mengangkat tuh telefon. “Halo.. dengan Bapak Hisyam..”. Ada dua alasan yang buat gw kesel dari kalimat ini. Yang pertama, gw belum jadi seorang bapak WOIII.., please deh… kan gw masih remaja… [yang baca jangan protes]. Yang kedua, yang nelpon adalah cowok. Padahal yang gw harapin yang telfon, Tailor Swift. [yang baca jangan nimpuk].

Sebut saja yang nelpon gw, namanya Pak Edy, dan itu merupakan nama sebenernya ketika dia memperkenalkan diri di telpon. Dia menjelaskan dan meyakinkan gw bahwa dirinya sesungguhnya adalah bagian accounting (agak lebay nih bahasa). Dia minta email gw. Tapi gw takut nanti akhirnya dia searching friendster, facebook, twitter, dan path gw. Gimana dong???  Tapi gw yakin dia gak bisa nemuin friendster gw, karena gw sendiri nyari gak ketemu hehehe.. Karena urusan pekerjaan terpaksa harus gw kasih email gw. Dan gw berdoa kepada Tuhan, agar gw gak di stalking.

Okeh kita langsung ke intinya, Pak Edi Ini suruh gw ngirim SPT ke KPP. Gw rasa semuanya berhubungan dengan pajak. Sebenernya gw gak tahu istilah ini. SPT bisa jadi kepanjangannya, Surat Pajak Terikat, Surat Pajak Tunggak, Surat Pajak Tahunan, Surat Pajak Tunda, dll. Ternyata usaha gw sia-sia untuk memikirkannya, yang benar kepanjangan SPT adalah Surat Pemberitahuan. T-nya mana Woiii.. Mungkin kalau dia bilang SP bisa banyak artinya, dan gw bisa juga shock nanti. Coba kalau tiba-tiba, ada telpon dari kantor dan gw disuruh ngurus SP, seremkan artinya. 

Sorenya Pak Edi, ngirim berkas tersebut lewat email. Gw bersyukur kepada Tuhan karena Pak Edi tidak mengirimkan lewat Tag di FB, Twitter, atau di path. Gw dikasih lembaran bukti pemotongan pajak penghasilan pasal 21 (1721-A1) dan SPT yang masih kosong.  
Dan isi emailnya sebagai berikut:
-
Berikut File yang harus diisi dan  kamu Print yah.. Nanti kamu Lapor ke KPP Pratama disitu aja gpp ( kantor pajak) terdekat.




Pertama, isi Identitas paling atas ada NAMA sama NPWP di Form 1770SS.  isinya Liat di Lampiran SPT Form (1721-A1)
Kedua, isi Kotak2 dibawahnya yang kosong yang ada Nomor 1 sampai 12 :

isi No. 1 di isi Nomor 9  ( Liat di FORM 1721-A1)
isi No. 2 di isi Nomor 13  ( Liat di FORM 1721-A1)
isi No. 3 di isi Nomor 17  ( Liat di FORM 1721-A1)
isi No. 4 di isi Nomor 18  ( Liat di FORM 1721-A1)
isi No. 5 di isi Nomor  13 ( Liat di FORM 1721-A1)
isi No. 6 di isi Nomor 22  ( Liat di FORM 1721-A1)
isi No. 7 Kosongin

- Langsung isi No. 11 dan 12.
(11) Jumlah harta yang dimaksud, seperti misal punya motor, nah nilai jualnya berapa, masukin ke situ nominalnya, termasuk saldo ditabungan juga, di total semua dimasukin di isi di No. 11.
(12) Jumlah hutang yang dimaksud, adalah jika punya hutang di Bank, KPR/RUmah, termasuk hutang motor juga semua nya dimasukin diisi di nomor 12.
contoh misal, punya angsuran Bank sebulan 500.000 tinggal 5 bln, dimasukin, Motor 600.000 tinggal 7 bln, di total semua dimasukin di isi di No. 12.
 -

Gw agak heran kenapa No. 5 sama dengan no. 2. Langsung gw tanyain ke accounting, dia bales dengan “Ia mmg gtu.. Isi aja. Masa qu ksh tau yg salah. Ok J”. Serem gw nerima sms gini, ini yang sms soalnya cowok, tapi memang gayak orang beda-beda kalau sms. Baiklah gw ikutin aja semua yang ada disitu.
Lalu selanjutnya adalah gw mesti nyari KPP (kantor pemilihan pemilu). Ups salah,, maklum lagi suasana kampanye.. hehe.. KPP itu Kantor Pelayanan Pajak. 

Bingung gw harus cari kemana alamat KPP (Backsound: ayu Ting-ting – Salah Alamat). Peribahasa menyatakan bahwa malu bertanya, bersakit-sakit dahulu, lalu sesat dijalan (Bener Kan??). Gw pun tanya orang-orang di sekitar kostan. Pertama gw tanya si bibi yang suka cuci pakaian gw (termasuk pakaian dalam gw) #gakpenting. Ternyata si bibi, mengatakan… “Saya tidak tau De, Ibu belum lama di sini, Ibu sebelumnya lima tahun di Jakarta…. “. 

Sebenernya kalimat yang digaris bawah sungguh-sungguh tidak penting. Si Bibi malah curhat kejauhan tentang pengalaman kerjanya. Hemph… Selanjutnya, gw nanya ke tukang bangungan. Tukang bangunan yg pertama gak tahu, selanjutnya dia nanya ke tukang bangunan kedua. Ternyata tukang bangunan kedua juga gak tahu, sehingga dia nanya ke tukang bangunan ketiga. 

Nah, tukang bangunan ketiga ini, dengan wajah sungguh tidak meyakinkan, menunjukkan arah ke belakang. “Di jalan Veteran bukan Mas?”. *dia tidak bersuara, namun tangannya masih menunjuk ke belakang, dari wajahnya ingin menjelaskan tapi takut salah. “Oke deh Mas, Makasih…”. Tukang bangunan pun tidak bisa memberikan informasi yang jelas.

Lalu gw liat ada kucing lewat. Gw pun bertanya, “Lu tau Cing dimana tempatnya?”, Kucing bersuara, “Meong…”.  Gw, “Okeh, Fine.”
Akhirnya gw buka jurus wasiat gw. Eng ing eng… Buka Embak Google… Entah kenapa reflek gw, kalau buka browser pasti yang pertama diketik adalah facebook, twitter, dan detik hehehe…(kalian sama gak sih??).  Gw searching dengan nama  kpp Palembang. Nah, disitu gw dapet 3 lokasi, KPP ilir barat, KPP di dekat kambang iwak, dan KPP Madya di seberang ampera di jl Ahmad Yani.

Gw pun menyamakan lokasi di google map dengan program android navitel gw. Tempat yang pertama gw kunjungi adalah KPP ilir barat. Sesampainya disana, Loh.. disana kok sepi. Jangan-jangan gw kena jebakan Betmen.. Tapi gw beraniin masuk. Disitu Cuma ada 1 motor dan 1 mobil. Terlihat disana pintu dengan kaca hitam dan kotor. Gw ketok-ketok pintunya, dan keluar jin yang mempersilahkan gw melakukan 3 permintaan. (Sory.. agak ngawur hehe..). Balik lagi ke benang merah. Yang muncul adalah lelaki paruh buaya (baya) dengan memakai pakaian ISG (Islamic Solidarity Game) yang agak kusam.

 Aku pun agak mengintip di dalam, rupanya disana banyak berkas yang berantakan seperti tempat meng-kilokan kertas-kertas bekas. “De jika ingin mengurus SPT, kantornya di kambang Iwak, kalau disini hanya tempat arsip saja.”, Gw, “Baiklah Pak, makasih atas informasinya.”. Sayang banget nih gedung, terlihat kosong tanpa penghuni. Sebaiknya sih, lebih bisa dirawat. Atau jadiin rumah panti asuhan aja kek.. *sok bijak.  



Gw pun menuju kambang iwak. Benar sekali, disana ada bangunan besar berwarna biru. Gw pun masuk ke dalamnya. Gw liat ternyata jumlah mobil yang parkir lebih banyak dibandingkan dengan jumlah motor yang parkir. Gw pun jadi inget mobil gw yang gw kasih-kasihkan ke orang yang gak mampu. Gw langsung masuk, dan nanya ke petugasnya. Gw diberi tahu bahwa penyerahan SPT di meja yang panjang itu. 

Alamak, memang ramai sekali orang yang mengurusi SPT, petugasnya banyak, tapi orang yang akan menyerahkan SPT lebih banyak lagi. Ada dua meja di depan gw, mejanya mirip meja parasmanan sehingga membuat gw lapar, kira-kira panjangnya 12 m. Disana ada petugas yang menggunakan laptop untuk cek data. Anehnya, antrian tidak terlihat jelas. Hanya kursi-kursi yang diletakan berserakan di depan meja tersebut. 





Gw pilih kursi yang paling dekat dengan petugas, kira-kira gw antrian no. 4 lah. Eh ternyata orang di depan gw, tiga-tiganya ngurus kolektif, lebih dari sepuluh orang. Hemph, dan gw liat juga kebanyakan seperti itu. Baiklah, gak apa-apa nunggu. Sambil nunggu, gw bisa lihat jumlah harta orang-orang. Hehe… Tapi gw rasa semuanya gak pasti tepat juga sih. Pasti orang ngisinya berdasarkan perkiraan, kalau gw isinya berdasarkan apa yang ada di tabungan gw, soalnya motor dll punya orang tua. 

Yang buat lama, ada beberapa nama yang tidak ada di jaringan computer, sehingga harus di cari secara detail. Petugasnya pun pusing mengurusnya. Satu tahun pun berlalu (hiperbola:1jam). Tiba giliran gw. Petugas pun membersihkan sarang laba-laba serta lumut di seluruh tubuh gw. Gw kasih lembarannya, “Nah kayak gini Bu, gampang nyarinya.” *petugas itu nunjukin ke orang yang datanya tidak terdapat di jaringan. Kira-kira 1/2 menit data gw dimasukkan dan gw langsung dapat tanda buktinya. Inilah keuntungan punya nama pendek, hehe..