Jumat, 22 November 2013

Nasib Seorang Jomblo




Gw seorang jomblo yang udah 126 kali ditinggal nikah ama orang yang gw cintai, dari yang inisialnya A sampai yang inisialnya Z, dari angka 0 sampe angka 100. Gw bermaksud untuk nabung, eh ternyata ada orang yang lebih mapan, tampan, six pack, yang ngajak nikah duluan cw gw. 

Palembang yang jarang hujan, kini menjadi sering hujan bagaikan kota bogor karena menangisi nasib gw. Motor gw pun gak sempet gw perhatiin, tak terasa 2 tahun gak dicuci-cuci, gak diisi oli, dan gak di bensinin, padahal gw kerja sehari-hari pake itu. 

Kampas rem motornya pun habis, jadi kalau gw injek rem, pasti terdengar lengkingan suara seperti penyiksaan anjing yang keluar dari motor gw. Kalau motor gw bisa hidup sendiri, pasti dia bakalan cari majikan lain yang bisa merawat dia dengan baik dan memberi makan 3x sehari beserta tambahan multi vitamin. 

Gw mengendarai motor dengan pandangan kosong, sampai-sampai lampu merah gw terobos dengan tidak sadar. Polisi pun menghampiri gw. “Tilang saja Pak, saya memang salah, saya siap dihukum, penjarakan saya saja Pa…” saya berbicara tanpa ekspresi kepada Pak Polisi. 
“Kenapa kamu menerobos lampu merah??”. 
 
“Karena saya sedang kalut, sedih,…… (saya pun curhat panjang lebar dengan Pak Polisi).”
 
Pak polisi pun matanya berkaca-kaca mendengar cerita saya. Dia memegang bahu saya, dan bilang, “Sabar yah… keep move on aja…”. 
 
Pikir gw, update juga nih, kalimat pak polisi. Akhirnya gw lanjutkan perjalanan gw yang gak jelas, padahal waktu itu sedang lampu merah dan orang-orang banyak yang memaki-maki gw (“Mau mati yah lu”, “Lampu Merah Bego..”, dll). sedangkan gw gak peduli.
 

Di tengah jalan, gw berhenti karena melihat banyak kambing sedang menyebrang jalan. Ada sekitar 222,5 kambing, dengan warna mejikuhibiniu. Kawanan kambing itu dipimpin oleh Soun the goat. Gw heran tuh kambing kenapa nyebrang di jalan seenaknya, padahal udah disediain jembatan penyebrangan. 

 Agak samar-samar gw mendengar suara kerumunan kambing itu, sepertinya mereka tidak bersuara “Mbe…” melainkan… “Mbo….”. Tapi setelah gw denger dengan teliti, focus, dan konsentrasi tinggi ternyata kambing-kambing tersebut bukan bersuara “Mbo…”. Sudah jelas sekarang, mereka bersuara “Mblo….”. Iya, seolah memaki gw… JoMblo… Sial seharusnya mereka semua di potong kemarin Idul Adha. 

Gw pun menuju jembatan ampere, di pucuk pondasi jembatan ampere gw berdiri. Dari atas, gw bisa lihat dengan jelas sungai musi yang cokelat mengalir (Seperti susu mielo) dengan cukup deras, selain itu perahu-perahu besar yang membawa angkutan batu bara pun terlihat melewati bawah jembatan ampere. 

Dengan modal tali rapia berwarna pink, hasil beli di pasar becek, gw mau melakukan bungee jumping. Gw ikat tali rapia di ujung jempol gw yang cantengan. Gw pun tak lupa doa tidur sebelum loncat. Tapi gw melihat di sekeliling, orang-orang pada gak peduli semuanya. Tidak ada satupun orang yang mencoba mencegah gw.

  Sehingga menambah keyakinan gw untuk loncat dari jembatan ampere. Ancang-ancang gw lakukan dengan seksama.. “grr-grr…” hp gw bergetar di kantong celana dalam gw . Tapi tetap gw harus loncat sekarang. “Ciat…” *gak jadi loncat. 

 Ternyata rasa penasaran gw terhadap pesan di hp lebih tinggi dari niat gw loncat dari jembatan ampere. Gw pun lihat pesan itu dengan rasa penasaran tiada tara. Setelah gw buka pesannya,.. “Monyong…..”…. ternyata pesan tersebut iklan dari operator Insesat.

Gw pun berusaha untuk loncat lagi. “Ciat…” *kaki kanan sudah terangkat. Namun, “grr-grr…” hp bergetar lagi. Tapi kali ini bergetarnya lama dan sepertinya bukan sms melainkan telp. Gw urungkan niat untuk loncat lagi sejenak. 

Gw gak kenal nomornya, hal ini membuat  gw agak ragu untuk mengangkat. Tapi keraguan gw masih kalah dengan rasa penasaran gw. Gw angkat telponnya, terdengar suara wanita yang sangat lembut, halus, dan sopan. 

“Selamat Siang, apakah ini dengan  Bapak Hisyam…”
 
“Iya, Mba…”
 
“Boleh minta waktunya sebentar…”
 
“Boleh…”
 
“Kami dari perusahaan asuransi perisai jiwa…… Bla-bla-bla…..” 
 
“Tutt…” *Langsung gw tutup.

Siallll,,, ternyata perusahaan asuransi. Gw kadang kesel, knapa data pribadi seperti nomor handphone bisa bocor ke tangan perusahaan asuransi gitu, sangat mengganggu sekali. Tapi bingung juga gw, knapa bisa pas banget momennya ya?, pas gw mau loncat, dia malah nawarin asuransi perisai jiwa.

 Kalau gak salah, kematian itu diganti dengan uang 200 juta. Kalau gw pikir-pikir lumayan juga. Gw bisa buka usaha bakery kecil-kecilan. Tapi kalau gw mati, siapa yang mau ngurus bakerynya yah??  *jadi galau….

Eitss… kok jadi ngomongin masalah .keuntungan asuransi. Gw kan mau loncat nih… Ok gw pun saat ini siap untuk loncat kembali. Gw tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan pelan-pelan. “Ciat….”. 0.5 detik sebelum gw angkat kedua kaki gw, HP gw kembali bergetar. Kali ini, niat gw untuk loncat dan rasa penasaran gw 50:50 besarnya.   
 
Hal ini membuat gw bingung, karena opsi ask the audience, dan phone the friend, gak bisa gw jalani. Apaan sih… kok jadi kayak acara ‘who want to be deadman’ gini…. Dari pada gw nanti jadi hantu penasaran, lebih baik gw buka hp ini. Ternyata itu sms. Gw baca, sms tersebut. Dan 180 derajat gw jadi seneng banget. 
 
Rasa galau gw berubah jadi senang, iya seolah-olah gw menemukan surge kehidupan gw, Gw loncat kegirangan. Gw batalkan niat untuk loncat dari jembatan ampere. Gw pun berlari menuju mesjid agung, tak lupa gw masukan uang receh gw ke kotak infak/sedekah mesjid. 

 Gw sujud syukur di dalamnya, sambil menangis tersedu-sedan. Memang sungguh kebahagiaan tiada tara. Rasanya ingin joget Caesar, tapi sayangnya gw lagi ada di mesjid. Orang-orang pun jadi terlihat tersenyum ke gw. Mungkin karena wajah gw jadi bersinar dan bibir gw jadi lebar kayak joker (musuh batman) saking senangnya.  

Penasaran apa yang gw dapatkan?. Kasih tau gak yah…. Mau tau banget atau mau tau aja?? Ternyata yang gw dapatakan adalah… “jeng-jeng-jeng” *suara music tegang. 

Info dari bank permatun bahwa gaji bulanan masuk.

Sekian dan terimakasih.
*Kejadian ini hanya becanda belaka, hal-hal yang tidak baik jangan di tiru ya.. hehe…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar