Rabu, 14 November 2012

Diawali hidup perih untuk mencapai impian



Sebut saja namanya Deni. Deni tidak merasakan pernah punya seorang bapak. Bapaknya meninggalkan dia saat usianya 3 bulan. Deni ga tahu apakah bapaknya masih hidup atau telah mati dan juga saat ini dia sudah tak mau lagi tahu tentang bapaknya. Pada usia 3 tahun, Deni kehilangan ibunya yang meninggal dunia akibat sakit. Ia kemudian diasuh oleh neneknya.
-
Saat awal kelas 3 smk pelayaran, keluarga Deni mengalami kesulitan ekonomi. Pihak sekolah tidak mengizinkannya ikut ujian karena belum bayaran. Deni menangis sambil memohon bantuan pada pihak sekolah. Dia mengajukan diri menjadi cleaning service untuk bisa membayar segala biaya sekolahnya. Pihak sekolah pun mengizinkan Deni bekerja sambil belajar di sekolah. Dia sangat malu sekali karena saat itu dia menjabat sebagai ketua taruna di sekolahnya. Ia kerjakan semua dengan sabar gigih sampai dia berhasil lulus SMK pelayaran.
-
Tidak cukup dia menimba ilmu di smk pelajaran, dia mencoba ikut test sekolah tinggi pelayaran. Akhirnya hasil test menunjukkan bahwa dia lulus. Karena keterbatasan ekonomi, dia mengajukan kembali untuk menjadi cleaning service di situ. Dan pihak sekolah mengizinkannya. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, dia menjadi pengajar taruna atau pasukan baris-berbaris disekolah-sekolah. Akhirnya dia dapat melawati semua itu dan lulus dengan nilai yang baik.
-
Setelah lulus, dia berlayar selama 1 tahun. Pengalaman yang tak bisa dia lupakan adalah ketika dia selamat berlayar di kawasan aceh yang sedang mengalami bencana tsunami pada waktu itu. Kejadian itu membuat dia pindah haluan untuk bekerja di bidang lain. Dia melamar di perusahaan tepung terigu.

Pihak perusahaan menerimanya karena Deni memiliki karakter dan kepribadian yang kuat. Deni ditempatkan di Warehouse sebagai technical. Selama 1 tahun di bagian warehouse dia banyak belajar. Deni pernah mendapat 2 kali SP dari GM tapi dia berfikiran positif dan menganggap SP merupakan surat perhatian. Dia semakin giat lagi bekerja hingga dia pernah mendapat penilaian performa yang bagus dari atasannya dan mendapat bonus 4x gaji.

 Karena prestasinya yang bagus akhirnya dia ditawari masuk QA. Saat itu, dia bersaing dengan orang-orang yang memiliki background industri. User ternyata memilih dia karena Deni memiliki keinginan belajar yang besar. Sampai saat ini, Deni menjabat sebagai technical QA. Dia sudah bekerja selama 2 tahun dengan sangat baik.

Namun dia merasa kedudukannya statis di QA. Kebutuhan hidupnya semakin besar karena dia sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dia berdoa kepada Tuhan agar diberi penghasilan yang lebih baik. Tidak lama doa terkabul. Pihak HRD menawarkan dia untuk promosi menjadi supervisor karena ada anggota HRD yang resign. Tanpa pikir panjang Deni menerimanya dan bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar