Rabu, 17 Oktober 2012

Sedikit Cerita Tentang Tulisan Jelek (Part I)


Gw menemukan buku dengan cover gareng, petruk, dll. Gw kira buku ini merupakan buku cerita. Gw pun lantas langsung membukanya. Eng-ing eng… gw langsung secara terkejut melihat tulisannya yang sebangsa dengan tulisan gw. Gw pun tersenyum bahagia, ternyata bukan hanya gw saja yang memiliki tulisan sangat indah (Majas Ironi). Gw langsung bertanya ini buku siapa?. 
-
“Punya gw… “, kata Dian. Dian adalah temen gw yang rada imut. Inget yah gw bilangnya ‘rada’. Abis muji dia gw harap gw dapet ceban. 
-
Lantas gw tambah tertawa… hahaha…
“Knapa lu, bahagia banget?. Abis ngeliat buku gw, nyindir yah lu…”
-
“Engga gw cuma merasa menemukan teman yang senasib aja hehe,,,”
-
“sial lu…” 
-
Dia langsung cerita tentang pengalamannya ketika sekolah di SD. Waktu itu, ada guru agamanya memanggil dia ke hadapannya untuk menanyakan.
-
“Hemph.. Ini tulisan kamu?”, sambil mengkerutkan wajahnya. 
-
“Iya… “
-
“Kamu nulisnya cepat-cepat yah?...” 
-
“Engga Pa,, aku nulisnya pelan-pelan.” Dian menjawab dengan lugu, agak takut…
-
“Hemph.. yaudah.. kamu boleh balik ke tempat duduk kamu.”. 
-
Sang guru tak tega untuk menanyakan jawaban soal yang sulit terbaca. Akhirnya dia betulkan jawaban tersebut. 
-
Secara naluri, Dian merasa ini ada sesuatu yang jelek di tulisan dia. Dia pun tidak kembali ke tempat duduknya. Dia justru pergi ke kamar mandi. Dan di sana dia menangis, tersedu-sedu.
-
Cerita pun berakhir dengan sedih... (The End...)
-
Sekedar menghibur: Menurutku tulisan itu adalah karakter dan menunjukkan identitas kamu. Banggalah tulisanmu dengan bentuk seperti apapun…(saya mengatakan ini sambil bercermin... hehe..)

1 komentar:

  1. ahh gak puas ka bacanya,kan katanya cerita yang indah akhirnya happy ending =) hheee

    BalasHapus