Kamis, 11 Oktober 2012

Petani Gandum Kanada vs Petani Padi Indonesia




Asisten manajer tehnikal yang membawahi QA dan QC berbagi pengalaman tentang obrolannya dengan petani gandum di Kanada. Petani gandum kanada kagum dengan orang Indonesia yang banyak membeli gandum dengan kualitas terbaik di sana. Mereka menganggap Indonesia adalah Negara yang kaya karena banyak pabrik flour mill (tepung terigu) di Indonesia beli gandum di Kanada. Tahukah kalian bahwa pabrik terigu dengan kapasitas produksi terbesar saat ini adalah Bogasari sebesar 16 ribu ton/hari.  Beliau juga menjelaskan betapa makmurnya petani disana. Satu keluarga petani gandum terdiri dari ayah, ibu, dan 2 orang anak. Sejumlah 4 orang tersebut mengatur ladangnya dengan segala perbuatan yang canggih dan otomatis. Tahukah kalian ladang gandum yang mereka punya bisa mencapai 1500 hektar. Waktu panen gandum tidak selama waktu panen padi tentunya.  Selain itu, pekerjaan mereka sangat diminati oleh kebanyakan orang. Bagaimana tidak, setelah panen penghasilan mereka sangat-sangat tinggi sehingga kegiatan setelah panen dan sambil menunggu waktu tanam, biasanya mereka berjalan-jalan ke luar negeri, berbelanja, atau berinvestasi lain. Apalagi ketika musim dingin tiba, mereka tinggal berhibernasi saja hehe… Kita pun bisa lihat kemakmuran petani dari pertemuan para petani di sana. Di parkiran tempat konfrensi petani, banyak mobil-mobil sepermewah berjejer. Selain itu, kegiatan mereka sangat didukung oleh pemerintah dan bahkan sangat dihargai.
-
Lalu bagaimanakah dengan petani padi kecil di kita?. Mereka banyak yang tidak mempunyai lahan sendiri. Lahan semakin sempit dan terbatas. Waktu panen padi yang lama dan kendala kekeringan serta kerusakan hama/gulma mengancam. Hasilnya, panen pun tidak bisa merubah nasib kehidupan mereka menjadi lebih baik. Pemerintah pun kurang memperhatikan dan kurang memberi penghargaan kepada mereka. Padahal ketahanan pangan Negara kita bergantung pada kerja keras petani.
Terima Kasih Petani Indonesia, engkaulah pahlawan ketahanan pangan…   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar