Rabu, 10 Oktober 2012

Maafkan Saya Pa Polisi




Kesel emang kesel ketika gw kena tilang polisi padahal waktu itu gw rasa, gw gak bersalah. Saat itu lampu lalu lintas masih kuning, justru gw meningkatkan kecepatan motor gw untuk melewatinya sedangkan mobil di samping gw malah berenti. Gw yakin lampu masih kuning saat gw melewati garis putih terakhir lampu merah. Tiba-tiba ada polisi muda yang menghampiri gw. Dengan PDnya gw memberikan STNK dan SIM. Tanpa penjelasan dia mengambil STNK dan SIM, serta menyuruh saya untuk berbicara di Pos. Dimana norma kesopanan saat itu? Rasanya gw seperti di tampar sangat keras. Gw beri dia penjelasan. Dia ajak nego, dan begonya gw kenapa malah gw ikut tawar menawar hehe.. Alhasil semakin merendahkan diri gw sendiri. Dan akhirnya gw ditilang. Lalu dia bersalaman sama gw dan dia pergi begitu saja. Yang tersisa adalah hanya selembar surat tilang. Segala pikiran negative dan sumpah serapah gw tujukan ke itu polisi. Tapi setelah beberapa lama dan seiring munculnya banyak polwan-polwan cantik hehe (ga nyambung banget)... gw menyadari mereka hanya menjalankan tugas. Bisa jadi pengamatan gw waktu itu salah. Gw maafkan mereka dan tolong maafkan saya juga… 
-
Banyak strategi polisi untuk mendapatkan mangsanya. Terkadang mereka bersembunyi dibalik warung, tembok, atau pepohonan sambil mengawasi lalu lintas sehingga banyak yang kena tilang karena melanggar lalu lintas. Iya, itulah manusia,, ketika seolah tidak ada pengawasan dia justru melanggar peraturan. Tapi gak seharusnya polisi itu bersembunyi juga kan… Apalagi gw sering liat penilangan di daerah cilegon. Mereka menggunakan strategi HT, kota cilegon hanya satu garis jalan besar saja dan lurus. Maka kena tilanglah orang yang melanggar walaupun dia berusaha untuk lari, karena di depannya ada polisi juga yang telah di hubungi oleh temannya. Soal nego polisi, mungkin ga sepenuhnya salah mereka. Kita yang takut di denda undang-undang dengan sangat besar, kita pun terkadang duluan meminta “damai” dengan polisi. Sebagian polisi pun sangat suka bila diajak ber”damai”. Maka keluarlah pasal-pasal yang tidak ada di undang-undang seperti pasal 100000 atau pasal 50000 hehe… Ketidak-ikhlasan pelanggar akan menyebarkan isu negative polisi ke pada masyarakat lain. Padahal awalnya mereka sudah deal… Itulah akibatnya jika 2 pihak yang deal atau kompromi melanggar peraturan yang sebenarnya mereka buat sendiri demi kebaikan. Oleh karena itu, perlu konsistensi menjalankan aturan dengan sebaik-baiknya (jiplak pidato kapolri hehe).
-
Nah bagaimana menghilangkan kesel atau bahkan dendam kepada polisi? Ya klo gw sih caranya dengan mengingat orang-orang terdekat kita yang menjadi polisi baik-baik. Rasa dendam itu harus dihilangkan karena efek dendam perorang jadi umum. Artinya ketika kita dendam atau merasa tidak diperlakukan tidak adil dengan seorang polisi, dampak dendamnya bisa ke semua polisi. Hal ini dikarenakan mereka berpakaian sama atau seragam (loh…). Rasa dendam itu juga bisa hilang jika kita mengingat polwan cantik, baik, ramah, bisa nyanyi, dan berjualan jamu (loh kok… hehe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar