Selasa, 16 Oktober 2012

Iklan minyak goreng Non-kolesterol di Indonesia




Indonesia memiliki banyak perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit. Daerah penghasil sawit biasanya ada di pulau Sumatera atau Kalimantan. Hasil andalan perkebunan kelapa sawit adalah minyak goreng atau minyak sayur, adapun bahasa Malaysia menyebutnya minyak makan hehe… Produsen minyak kelapa sawit atau minyak goreng saling bersaing dalam memasarkan produknya. Termasuk dalam mengiklankan produknya, ada yang mengklaim produknya aman diminum langsung, seperti yang dicontohkan artis yang juga anggota DPR dan saya pun gak tahu apakah ada korelasinya dengan wafatnya beliau, serta banyak pula yang mengklaim atau mengatakan bahwa minyaknya adalah non-kolesterol. Ketika kita mendengar kata non-kolesterol, tentunya kita berfikir bahwa minyak tersebut aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan penyakit kolesterol tinggi, kita pun berfikir bahwa minyak yang tidak menggunakan non-kolesterol pasti mengandung kolesterol. 
-
Nah,, coba kita telaah dulu asal dari kolesterol. Sebenarnya kolesterol itu berasal dari minyak hewani sedangkan produk minyak goreng dari semua produsen minyak sawit yang berproduksi di Indonesia memang tidak menggunakan minyak hewani dalam pembuatan minyak goreng. Istilah iklan non-kolesterol sebenarnya hanya beredar di eropa dan amerika karena minyak goreng di sana ada yang dicampur dengan 10% minyak hewani dan ada pula yang murni minyak kelapa sawit. Sehingga perlu untuk mengatakan minyak itu non-kolesterol atau tidak. Adapun minyak yang berasal dari tumbuhan disebut dengan fitosterol. Oleh karena itu, sebenarnya iklan minyak goreng dengan mengatakan non-kolesterol di Indonesia, sebenarnya biasa saja dan tidak ada kelebihan atau spesialnya. Begitu juga dengan iklan kacang atau produk nabati lainnya. Jadi klo ada yang bilang, “Minyak goreng kami non-kolesterol”. Kita bisa mengatakan, “Apakah gw mesti bilang WAW sambil koprol… hehe…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar