Sabtu, 15 September 2012

Ulah Asisten Manager




Asisten manager produksi bagan Milling mengajak kami (trainees) menuju mesin combi cleaner. Disana ada junior supervisor yang sedang bekerja. Asisten manager memberikan perintah kepadanya untuk menjelaskan cara kerja combi cleaner. Keadaan dan suasana di sana cukup panas dan berisik karena kerjanya mesin-mesin produksi atau clener. Supervisor itu memberikan beberapa pertanyaan kepada kami. Kami pun bisa menjawabnya karena sebelumnya sudah diberi bekal teori di kelas. Kemudian dia menjelaskan beberapa pengaturan yang ada di mesin tersebut dari tekanan angin, tempat output produk dan impuritis, serta motor vibrasi. Dia juga menunjukkan bagian-bagian dari proses clening pada mesin itu. 
-
Selagi supervisor asyik menjelaskan. Saya melihat asisten manager merubah pengaturan output di sisi lain mesin tersebut sehingga output impurities gandum yang seharusnya mengeluarkan batu menjadi mengeluarkan biji-biji gandum. Seorang trainee di panggil oleh asisten manager untuk memberitahukan kepada supervisor mengapa hal itu terjadi. Supervisor melihat kejadian tersebut dengan panic, karena sebelumnya mesin bekerja dengan baik. Asisten manager memasang wajah tak bersalah dan pura-pura tidak tahu kejadian tersebut. Supervisor tidak berani bertanya apa yang harus dilakukan ketika terjadi kasus tersebut, dia hanya berinisiatif untuk membersihkan filter pada mesin tersebut. Asisten manager hanya tersenyum dan mempersilahkan supervisor melakukan tindakannya. Padahal yang seharusnya dia rubah adalah tekanan angin. Kami pun memperhatikan asisten manager bertindak. Dia hanya melakukan sedikit geseran di pengaturan tekanan dan dengan cepat mesin kembali berjalan dengan normal. Para trainee terkesima dengan asisten manager tersebut. Tapi saya hanya tersenyum karena tahu memang masalah mesin tersebut dibuat olehnya. 
-
Namun, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya pekerjaan kita selalu diawasi oleh atasan kita, dan atasan bisa saja mengetest kita kemampuan kita dengan cara memberikan masalah. Beliau pernah berkata, “Kalian bisa berkedudukan seperti saya asalkan kalian bisa menyamai kemampuan saya. Karena dengan cara seperti itu saya bisa bisa percayakan posisi saya. Saya pun akan membantu kalian agar bisa meraihnya.” Kalimat terakhir ‘saya pun akan membantu kalian’ maksudnya adalah dia tidak membantu secara langsung tapi memberi pelajaran tiap periodenya secara tidak langsung atau secara kita tidak sadar, tidak memberikan jawaban melainkan memberikan arahan terhadap penyelesaian masalah agar intuisi, kepekaan, dan feeling kita bekerja dengan baik.  Kanapa dia ingin membantu? Karena jika dia tidak membantu kita maka posisi dia tidak akan naik lagi karena tidak ada orang yang bisa menggantikan kedudukannya… hehe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar