Rabu, 26 September 2012

Ikhlas memberi dan menerima


Setelah membaca buku The Power of Receiving, saya baru menyadari bahwa kalimat “Lebih baik memberi dari pada menerima.” Adalah salah. Karena pentingnya sikap memberi sama dengan sikap menerima. Menerima keadaan diri kita saat ini, menerima segala yang diberikan oleh Tuhan, menerima kesulitan yang dialami, dan menerima penawaran baik dari orang lain. Menerima tidak mengurangi kehormatan. Menerima pun harus dengan ikhlas. Mengapa? Menerima yang menganggap yang di terima itu adalah beban juga tidak baik, karena kita semua adalah makhluk sosial. Terkadang kita berfikir, apa yang kita terima seharusnya tidak lebih dari apa yang diberi. Bila kita berfikiran seperti itu maka kita tidak bisa menjalani kehidupan dengan ikhlas. Terimalah kehidupan ini yang memang kita dalam suatu kondisi tertentu butuh untuk menerima. Oleh karena itu, dalam melakukan sesuatu apapun maka berterima kasihlah. Berterima kasih atas apa yang di dapatkan selalu berfikiran positif, bergembira, dan lepas tanpa beban. Adapun prinsip memberi dengan ikhlas adalah memberi saja, jangan memberi karena berhutang budi apalagi memberi karena mengharapkan balas budi. Kesimpulan : “Ikhlaslah dalam memberi juga menerima…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar