Rabu, 01 Agustus 2012

TK dan TB





Seperti biasa sabtu pagi saya berangkat. Berbeda dengan tujuan biasanya yaitu mengajar, saat ini saya pergi karena adanya undangan marketing NF. Orang yang datang saat itu sama dengan orang-orang marketing yang datang minggu lalu. Yang menarik adalah disitu ada kutipan dari manager NF tentang hadist arba’in No. 36. Yang isinya adalah jika kita membantu orang dalam kesulitan maka Allah akan memudahkan urusan kita di dunia dan akhirat. Inilah sebenarnya peran seorang guru untuk membantu murid dalam kesulitan pelajaran.
Setelah rapat selesai saya solat dulu di mesjid Yasmin. Saya pun tidak lupa mengunci gembok di parkiran depan motor. Solat pun telah selesai, saya membuka gembok motor. Alangkah kagetnya saya, ketika menyadari ternyata ban depan motor saya kempes. Apalagi saat saya duduk di motor, angin ban tersebut terus keluar sampai-sampai pelk terasa langsung menyentuh aspal. 
-
Sampailah saya di tempat tambal ban yang letaknya sekitar 1 km dari mesjid. Saya melihat seorang pemuda kurus yang sedang mengisi udara ban motor orang lain (mengisi udara ban motor memakai mesin jadi jangan samakan dengan mengisi balon dengan menggunakan mulut).
-
 Saya pun segera berbicara, “Mas, tolong tambalin gigi saya yah…” (Loh kok nggak nyambung..)
“Maksud saya, tolong tambalin ban depan motor saya..”.
-
“Maaf Mas, tukang tambal bannya sedang solat zuhur dulu.” kata Mas kurus (padahal sama kurusnya sama saya hehe..).
-
Orang tersebut langsung menghampiri gerobak ketoprak. Ternyata orang tersebut adalah tukang ketoprak (TK) bukan tukang tambal ban (TB). Saya pun menitipkan motor saya ke tukang ketoprak itu.
-
 “Mas nitip motor dulu, saya mau mengambil tas saya di kantor yang letaknya tidak jauh dari sini, kalo tukang tambal bannya datang tolong kasih tahu, tolong tambalin ban depan motor saya, terimakasih”. (saya pun membawa kunci motor saya, sebenarnya ini masih beresiko, bisa aja motor saya diangkut. Tapi khusnuzan aja dah..)   
-
Saya pun balik ke kantor dengan berjalan sekitar 10 menit untuk mengambil tas dan helm saya. Saya bertemu dengan Pa Agus, Pa Agus membalikkan motornya dan mengantarkan saya ke kantor lalu ke tempat tambal ban. Dia pun berhenti di tengah perjalanan. “Ini tempat tambal bannya bukan?”
“Bukan Pa..”
-
Saya baru sadar ternyata sebelum tempat tambal ban yang saya titipi motornya, ada tempat tambal ban lain yang letaknya lebih dekat tapi saya tidak melihatnya sebelumnya. 
-
Mungkin ini memang rezeki tukang tambal ban itu. Sama halnya dengan penjual tutut di sepanjang jalan yasmin, begitu banyak yang berjualan tutut dari tutut bogor, tutut lezat, tutut nikmat, tutut pedas, tutut umat, tutut tinular, tutut kereta api, tutut ga diangkat (nelpon), untung saja ga ada yang namanya tutut kentut atau bahkan tutut t*t*t,  dari sekian banyak tukang tutut tadi yang laku hanya beberapa saja. Itulahnya jeleknya usaha di Indonesia bila salah satu memiliki keuntungan besar yang lain mengikuti usaha yang sama. Dan akhirnya jadi kurang laku. Usaha untuk menjatuhkan usaha orang lain sifatnya. (loh kok jadi ke tukang tutut..)
-
Kembali ke tukang tambal ban. Saya langsung disapa oleh tukang tambal ban. Ternyata dia sedang memanaskan ban dalam motor saya, pemanasan bertujuan menyambungkan tambalan dengan ban dalam. Entah dari apa bahan tersebut. Selama proses tambal ban orang tersebut dengan ramah mengajak ngobrol saya hingga tidak terasa saya menunggu. Di tengah obrolan ada yang menanyakan tukang ketoprak. Tukang tambal ban tersebut bilang, “Tunggu aja, tukang ketopraknya lagi solat dulu. 
-
Luar biasa ada kerjasama ang unik antara tukang ketoprak dengan tukang tambal ban. Setelah ban motor saya selesai di tambal ternyata ada orang yang bannya bocor juga. Luar biasa, memberikan waktu untuk solat tidak akan mengurangi rezeki. Buktinya rezeki tukang tambal ban tersebut terus ada. Ada berberapa tempat bengkel yang rela meninggalkan waktu solatnya,dengan alasan kagok karena badannya kotor. Padahal apa susahnya cuci dulu barus solat sebentar. 
-
Intinya adalah kebutuhan orang yang selalu bersyukur dan berusaha akan selalu terpenuhi apapun keadaanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar