Selasa, 31 Juli 2012

Terajana (Terlambat Sarjana)




Sabtu, 18 Feb 2012
 -
Tanggal 9 Feb 2012 tepatnya hari kamis saya ke laboratorium terpadu. Saya langsung menuju ruang pembimbing 2. Disana pembimbing 2 gak ada. Tapi saya lihat draft skripsi saya ada di atas mejanya. Saya beranikan diri untuk mengambil draft saya, dan betapa senang sekali saya, akhirnya draft saya sudah ditandatangani pembimbing 2. Tapi, bodohnya saya, selalu saja ada yang harus di perbaiki. Tak apalah, yang penting sudah ada jalan menuju sidang.

Karena hanya saya angkatan terakhir yang belum sidang di laboratorium terpadu. Kami angkatan 43 bersisa hanya 4 orang saja. Kami sebut itu adalah fantastic four. Sebuah hiburan bagi angkatan yang disebut sudah kadaluarsa, basi, dan hampir busuk. Tenang saja itu hinaan yang saya berikan pribadi untuk diri saya yang sudah muak dengan segala urusan mengenai skripsi. Skripsi saya yang kurang di hargai, penelitian saya yang out of date, penelitian saya yang tidak berguna. Semua itu membuat diri saya menjadi tidak percaya diri menjalankan penelitian lagi, sepertinya saya tidak akan menjadi seorang peneliti. (Janganlah ditiru ini kalimat-kalimat terakhir karena wujud depressi saat itu…)
-
Lupakan segala keburukan tentang diri sendiri. Katanya klo kita berfikir diri kita buruk itu hanya akan memperburuk suasana. Klo diri sendiri tidak didukung oleh diri sendiri bagaimana bisa di dukung oleh orang lain. OK. Optimis.
-
Setelah saya mendapatkan draft untuk sidang, saya segera berfikir untuk bertemu dengan pembimbing 1. Pembimbing 1 merupakan ketua departemen. Tak terbayangkan kesibukannya. Tapi hari itu, subhanallahnya saya langsung bertemu setelah keluar dari ruangan pembimbing 2.
-
Pembimbing I : Kmana aja kamu?, udah kerja dimana?
-
Saya : Saya belum sidang Bu… (majang muka galau)
 (Penelitian saya lebih banyak dikontrol oleh pembimbing 2 oleh karena itu pembimbing 1 memberikan kebebasan sepenuhnya kepada saya)
-
Pembimbing I : Kamu belum sidang? (jeleger… ada petir menyambar saking kagetnya. Maaf agak lebay ini mah… hehe..)
 Kirain Ibu kamu sudah lulus dan kerja disuatu tempat
-
Pembimbing I : Kamu kemana aja…
-
Saya : ehm…  (dalam hati: sebenarnya saya sudah bekerja selama ini bahkan sedang menyokong kehidupan keluarga saya…)
-
Pembimbing I : ya udah.. mana draft kamu,,
-
Saya langsung memberikan draft saya. Disitu ada sedikit coretan koreksi dari pembimbing II. Pembimbing I langsung menyuruh saya untuk sidang tanggal 20 februari. Dia menyuruh saya memperbaiki draft saya, tapi dia telah memberikan tanda tangan atau acc bertuliskan ujian komprehensif tanggal 20 feb di cover depan draft skripsi saya. Saya pikir tulisan itu sudah cukup untuk meluruskan jalan saya ujian komprehensif.
-
Besoknya saya langsung menuju ke komdik (komisi pendidikan) departemen kimia. Saya menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan. Sebenarnya berkas-berkas itu sudah saya siapkan satu bulan yang lalu. Tapi tetep aja masih ada berkas yang kurang.
-
Mas komdik: ini kamu harus mengisi tanda tangan kartu bidang studi dulu.
-
Wah, kartu bidang studi dengan kondisi kusut, hampir hancur yang berada di dompet saya dari tahun 2010, ternyata belum ditandatangani oleh Bu Prof yang merupakan pembimbing PL  (Praktek lapang) saya. Saya pun segera sms kepada Bu Prof. Betapa ramahnya beliau langsung membalas, dan memberikan opsi hari untuk bertemu dengan beliau. Karena saya sangat memerlukannya, dan segalanya sangat mendesak.

Saya pun meminta izin apakah saya boleh ke rumah beliau malam ini. Beliau langsung merespon “silahkan saja, rumah saya di….”. Saya pun langsung ke rumah beliau. Saat itu pukul setengah 8 malam, saya cukup lama menunggu di depan rumahnya. Karena sudah janji, saya yakin pasti Bu Prof ada di rumah. Karena saya lihat pintu rumahnya terbuka. Saya pun sms ke pada beliau tentang keberadaan saya yang ada di luar rumahnya.

Saya mendengar suara HP di balik jendela yang sedikit tertutupi oleh tirai yang bermotif bunga-bunga. Dibalik tirai tersebut saya melihat Bu Prof memakai mukena. Dia menyuruh adiknya untuk menghampiri saya untuk mengambil kartu studi untuk ditandatangani. Akhirnya kartu studi saya ditandatangani beliau. Adiknya meminta maaf, Bu Prof tidak dapat menemui langsung, karena sepertinya setelah solat dia akan membaca quran. Subhanallah. Prof. yang sehari-hari tidak berkerudung, terlihat galak, jutek, sesungguhnya rendah hati, ramah, perhatian, dan religius.
-
Keesokan harinya, saya langsung menuju komdik lagi untuk menyerahkan kartu studi dan memastikan saya bisa ujian komprehensif tanggal 20 Februari. Saya pun menyerahkan jilidan rapi skripsi yang telah ditandatangani oleh pembimbing 2. Bagian komdik menyatakan berkas saya sudah lengkap. Tapi pengujinya belum ada. Tapi bagian komdik akan berusaha mencarinya.
Saya sungguh sangat tidak menyangka hari itu akan datang juga. Ujian terakhir, lebih dari sekedar UN SD, SMP, atau SMA. Ujian yang menunjukkan perjuangan saya selama ini. Ujian yang merupakan buah dari pengorbanan saya selama ini. Betapa senangnya hari ini.
-
Hari jumat, 18 Fe 2010. Walaupun sudah dipastikan saya bakalan sidang tanggal 20 Feb tapi saya mau meyakinkan hati untuk lagi memastikan berkas saya. Saya langsung menuju komdik setelah solat jumat. “Pengujinya belum ada”. Benar tenyata ada masalah. Hemph,, gw menjadi sulit bernafas. Ada penguji yang tidak terima berkas karena belum di tanda tangani pembimbing 1. Saya shock, komdik shock, tukang bersih departemen shock (apa hubungannya..). Komdik langsung menghubungi pembimbing 1 dan pembimbing 1 langusung ingin berbicara kepada saya.
-
Pembimbing I: kamu ini gimana sih, seharusnya kamu memberikan draftnya ke saya dulu untuk di tandatangain. Kamu tahu aturan tidak?
-
Saya: saya kira tanda tangan acc ibu di cover skripsi sudah cukup mewakili bagian tanda tangan di lembar pengesahan, komdik bilang kemarin berkas saya sudah lengkap. Ya sudah Bu, ga apa-apa klo mesti diundur (lemah, letih, lesu, madesu).
-
Pembimbing 1: ya sudah, tolong berikan hp ini ke bagian komdik lagi.
-
Saya kurang mengerti apa yang di bicarakan. Saya menunggu selama 5 menit dan setelah selesai percakapannya . Bertanya kepastiannya,
-
Saya: Maaf Bu, jadi saya mesti diundur yah komprenya? Jadi bukan hari senin…(tampang kecewa berat).
Komdik: gak, kamu diundur komprenya jadi siang yah… sekitar jam 1.
-
Saya: beneran Bu??
-
Komdik: Iya jam 1 yah… (Alhamdulillah akhirnya…)
-
Hari minggu, orang tua saya terlihat sangat mensupport, bahkan berlebihan. Dia beli celana baru, sepatu baru, kaos kaki baru padahal itu gak perlu, yang saya butuhin saat itu cd baru karena saya selalu berebut cd dengan adik saya hehe... Tante saya pun tahu saya akan di siding, jadi dia segera memberikan kemeja baru kepada saya. Saya kira semuanya berlebihan. Setiap datang tamu, dia minta doanya agar saya bisa diperlancar dalam sidang.

 Makanan yang dihidangkan lebih nikmat dari biasanya. Ade saya pun mensupport dengan cara menservice motor saya. Bahkan dia bersedia untuk mengantarkan saya ke kampus. Please deh.. itu gak perlu banget… Saya berusaha mengabaikan segala kelebayan yang ada dengan focus untuk mempersiapkan presentasi. Saya siapkan presentasi sampai lima kali gladi bersih (harusnya 10x pasti lebih mantap). Saya buat banyak pertanyaan dan jawaban yang mungkin keluar saat ujian komprehensif. Ibu saya pun pergi sore-sore untuk mempersiapkan makanan untuk dosen untuk ujian komprehensif.
Hari H. saya berjalan dengan motor dengan kecepatan rata-rata 30-40 km/jam. Saya mampir ke toko roti dan untuk membeli hidangan terlezat untuk dosen. Begitu hati-hatinya saya bergerak karena takut sepatu saya kotor, makanan dosen jatoh, dan selain itu takut saya kecelakaan di jalan.
-
Sampailah saya di departemen. Semakin dekat semakin saya deg-degan dan agak tidak percaya saya sudah sampai di ujian yang Insya Allah terakhir untuk meraih gelar S1. Saya menuju komdik, Sambil tersenyum lebar dibalut rasa tegang.
Saya lihat di papan jadwal ada nama saya ujian tanggal 20 feb 2012 dengan nama pembimbing dan penguji pukul 13.00.
-
Saya (sambil tersenyum): maaf Bu, jadi saya ujian hari ini?
-
Komdik: gak jadi… (agak cemberut)
-
Saya hanya tersenyum ini pasti becanda.
-
Saya: beneran gak jadi Bu?
-
Komdik: gara-gara kamu saya di marahin. Kamu gak bisa ujian sekarang. (sambil menyerahkan semua berkas saya).
-
Saya pun HANCURRR……………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar