Selasa, 12 Juli 2011

Upgrading Staff dan Guru NF 9-10 Juli 2011 (SERUUU!!.)





Sabtu kemarin, aku pergi ke YPI Al-Azhar Cigombong. Aku berangkat pukul 17.00 dari rumahku dalam keadaan cukup lelah setelah menghadiri pernikahan teman kecilku. Berbekal informasi dari adik kelasku di jurusan, aku pergi sendiri walaupun aku belum pernah pergi ke daerah Cigombong. Katanya,” tidak jauh dari danau Lido, belok kanan, terus melewati stasiun Cigombong”. Kebetulan,, sebelum belokan ke kanan, ada banyak tukang ojek. Aku tanyakan mengenai lokasi Pesantren Al-Azhar. Tidak pikir panjang, tukang ojek bilang, “ikuti jalan ini, sekitar 4 km ada perempatan. Pilih jalan lurus ke atas.” Rupanya aku sadar, bahwa aku telah tumbuh dewasa, waktu kecil dulu aku adalah seorang pemalu (sebenernya sekarang juga masih hehe..), bertanya ke pada orang lain mengenai arah pun aku sangat malu. Pepatah bilang, malu bertanya sesat di jalan, bukan begitu?



Belum sampai di Al-Azhar, azan berkumandang. Aku segera menghentikan motorku di masjid terdekat untuk solat magrib berjamaah. Setelah sholat, aku lanjutkan perjalanan hingga sampailah aku menemukan tulisan di tebing bertuliskan Al-Azhar. Lalu aku belok ke arah pagar berwarna hijau dan langsung menanyakan kepada satpam. Satpam menyuruh aku untuk parkir di atas, dan acara upgrading NF telah di mulai. Aku bingung mencari tempat dimana guru dan staff NF berkumpul. Aku lihat di aula, ada beberapa orang yang berkumpul. Aku belum yakin bahwa itu orang-orang NF. Setelah ku pertajam penglihatanku, aku melihat seseorang dengan badan besar, berkacamata, dan berbatik NF. Barulah, aku menuju tempat tersebut. Kedatanganku bertepatan dengan berakhirnya sesi ke 2 motivation training. Sekitar 20 menit setelah aku datang, datang pula gerombolan biker NF yang dipimpin oleh Mas Erik.



Makan malam, solat Isya lalu dilanjutkan ke sesi  ke 3 mengenai SELF Motivation. Di awal slide, trainer memberikan gambaran mengenai kegembiraan anak di Negara maju dan kesengsaraan anak di Negara krisis. Trainer bertanya, “Mengapa dan bagaimana hal itu terjadi?”. Jangan bilang staff atau guru NF bila tidak menjawab. Banyak yang antusias menjawab terhadap pertanyaan tersebut. Bahkan, dari akhwatnya ada yang memberikan penjelasan yang tajam, terperinci, serta lugas bagaikan nara sumber yang sudah berpengalaman talk show di TV One atau Metro TV. Akhirnya didapatkan kesimpulan, yaitu kejadian tersebut terjadi atas izin Allah SWT, untuk membuka hati kita agar kita menjadi pribadi yang kuat yang dapat menolong mereka. Subhanallah,,, Sebagai guru maupun staff, kita harus dapat memotifasi diri sendiri dengan mengeliminasi pandangan negatif terhadap diri sendiri, mengerahkan semua kamampuan dalam menjalani tugas dan tanggng jawab, serta fokus terhadap tujuan kebaikan. Setelah sesi ke 3, ada acara bakar jagung. Namun, aku tidak mengikutinya karena lelah dan memilih untuk gosok gigi, baca Quran lalu tidur. Aku mendapat kamar di lokasi Jeddah (nama bagian kamar di Al-Azhar). Aku tidur satu kamar dengan Uda Farhan, Ihsan, dan Luthfi. Keadaan kamar mengingatkan saya pada kamar 201 C2 asrama TPB IPB. 

Sirine berbunyi, Mas Yadi berkeliling ke tiap kamar sekitar jam 3 lewat 15 menit untuk membangunkan para guru dan staff NF agar melaksanakan sholat tahajud. Kami sholat tahajud berjamaah di aula. Sudah lama aku tidak sholat tahajud berjamaah, sehingga sholat aku pun masih diganggu dengan panjangnya surat, pegalnya kaki, dan rantai setan yang tergantung di kelopak mataku. Aku kaget ketika tiba-tiba hatiku berbicara dalam sholat. “Meskipun aku di surga, mungkin aku tak bahagia, bahagiaku tak sempurna, bila hidup tanpamu…”. Hemph… ternyata itu suara alarm hp. Akibat minusnya adalah mungkin hal tersebut berpengaruh terhadap konsentrasi imam dalam mengingat surat. Untungnya NF punya Pa Eko dan Kang Harun yang hafal surat tersebut sehingga dapat membantu imam dalam mengingat surat. Namun, ada pula akibat positifnya, yaitu awalnya saya merasa ngantuk dan pegal berubah menjadi bersemangat lagi untuk menjalani rakaat selanjutnya. Kejadian itu terulang kembali, alarm kembali berbunyi padahal hp telah dimatikan. Ini merupakan pelajaran, mematikan hp, bukan solusi tepat untuk mematikan alarm, non aktifkanlah alarm atau lepaslah batre anda. Bila alarm masih juga berbunyi walaupun tanpa batre berarti kerusakan terjadi pada jiwa anda hehe… Duh,, jadi becanda nih… balik lagi deh… Astagfirullah… setelah solat tahajud 8 rakaat, kami sholat subuh berjamaah. Imam sholat tahajud memberikan kesempatan yang lain untuk memimpin sholat, Harun pun maju ke depan. Imam tidak melihat pergerakan harun ke depan sehingga dia meneruskan untuk memimpin sholat subuh. Harun pun tersenyum kepadaku, aku pun menepuk pundak Harun seraya berkata, “Masih ada kesempatan untuk jadi imam solat subuh di acara upgrading NF tahun depan hehe…”



Kami diperintahkan bersiap untuk outbond. Kami dikumpulkan di depan jalan kamar kami. Akhwat pun dikumpulkan disana dan letaknya terpisah di sebelah kiri kami. Sebelum melakukan outbond, kami melakukan pemanasan yang dipimpin oleh instruktur senam yang handal dengan perut one pack, berpakaian ketat, dan bertubuh atletis besar hehe,,,. Pemanasan dimulai dari anggota tubuh bagain atas ke bawah. Setiap hitungan gerakan dipimpin oleh satu orang dan dilakukan bergantian dimulai dari ikhwan yang paling kanan. Ikhwan paling kanan hanya menyebutkan angka “satu”. Dia pikir berhitung untuk menghitung jumlah orang padahal hitungan gerakan kepala sudah di mulai hehe… Yang lucu lagi, ada yang seharusnya menggerakan kepala tapi dia malah menggerakan pinggul, ada yang menghitung dengan sangat lambat ada pula yang menghitung dengan sangat cepat. Instruktur memberikan instruksi, bila dikatakan angin kanan maka kita wajib bergerak ke kiri, bila ada angin depan kita wajib bergerak ke belakang dan sebaliknya. Dalam permainan ini, aku terlihat paling bodoh karena sulit merubah settingan di otak. Instruktur kemudian menyuruh kita membentuk kelompok mulai dari 2 orang, 3 orang, 4 orang, 5 orang, lalu 6 orang. Dalam permainan membentuk kelompok tersebut, ada orang yang diusir, dipisahkan, dicampakkan, dan ada pula orang yang diperebutkan hehe… Ternyata, hasil kelompok terakhir digunakan sebagai kelompok outbond. Kelompok kami terdiri dari Aku, Pa Sa’ad, Pa Dani, Pa Rian, Mas Ipul, dan Kang Ihsan. Tanpa berpikir panjang, kami memilih Pa Saad sebagai pemimpin (Kapten) karena paling dituakan, bijaksana, kreatif, cerdas, kalem, dan berjiwa keayahan. Pa Dani mengusulkan nama kelompok Gombong, Pa Rian mendefinisikan Gombong merupakan singkatan dari Gerombolan Orang Muda Gembira, dan Riang. Aku pun mencetuskan yel-yel kelompok, yaitu “We are the One3x, we are the Best3x, Gombong3x Huh… (sambil mengangkat tangan yang dikepalkan).


Uniknya dalam outbond kali ini adalah hanya kapten yang dapat melihat sedangkan anggota lain ditutup dengan slayer hitam. Aku ditempatkan dibelakang kapten karena dinilai paling semangat sehingga dapat menularkan kepada yang lain. Bagaikan bermain ular naga panjang kami melewati rintangan tangga naik atau turun yang curam, daerah rumput yang licin, dan bebatuan. Kapten berbicara kepada aku, bila ada hambatan di depan, dan aku pun mengalirkan informasi ke belakang dan seterusnya hingga anggota paling belakang menerima informasinya. Penglihatan kami gelap gulita, kami hanya bisa berjalan hati-hati dengan cara menggeserkan kaki sedikit demi sedikit.



 Akhirnya sampai juga di pos Tak Tik Boom. Pos ini dipandu oleh The Smiling Man, rambut belah pinggir yang selalu rapih serta wajah yang bersih, yaitu Pa Agung.  Slayer yang menutupi mata dibuka dalam menghadapi setiap pos. Aturan permainan adalah kita harus melewati kotak 4x4 untuk sampai ke sebrang. Tiap level kotak terdapat 2 bom, 1 pertanyaan, and 1 kotak aman. Bila mengenai  kotak bom maka orang tersebut gagal dan harus digantikan oleh orang berikutnya. Bila mengenai kotak pertanyaan, kita boleh melangkah ke kotak selanjutnya. Namun, bila jawaban pertanyaan salah maka berlaku seperti kotak boom. Nah, kotak aman adalah kotak dimana kita dapat melangkah ke kotak selanjutnya. Kami berdiskusi mengenai strategi untuk menghadapi pos ini, kami sepakat untuk memberikan identitas kotak dengan nomor 1-16 dimulai dari kiri ke kanan tiap level kotak. Permainan ini cukup menghibur karena ketika sudah melangkah, kami menjadi lupa untuk memilih kotak mana yang aman. Lucunya, hanya ada dua pertanyaan pada kotak pertanyaan, yaitu ‘sebutkan nama manager NF’ dan ‘kapan NF bogor pertama kali berdiri’. Yang menjadikan game ini mudah adalah pertanyaan tersebut diulang-ulang. Ide kreatif kapten muncul. Dia melihat ada snack di pinggir kotak, lalu dia menaburkan snack tersebut di kotak-kotak yang aman sehingga kami tahu harus melangkah ke mana hehe..(bukan curang yah… tapi kreatif hehe..). Kami pun berhasil melewati game ini dengan perjuangan yang gigih, sampai-sampai kapten terpeleset saat loncat dari kotak paling kanan ke kotak paling kiri. Game ini mengajarkan daya ingat, strategi, kerja sama, pilihan, serta perjuangan.



Selanjutnya, kami menuju Pos Bergelantungan. Pos ini dipandu oleh instruktur senam tadi. Kami harus melewati kolam dalam waktu 20 menit menggunakan seutas tali dan berpegangan dari tali satu ke tali yang lain. Rintangan ini sangat sulit karena membutuhkan keahlian keseimbangan dan kekuatan tangan. Bagian tersulit dari rintangan ini adalah pegangan tali yang pendek yang letaknya dekat dengan finish. Di Pos ini, Kang Ihsan menunjukkan keahliannya dengan menjatuhkan diri dari tali sehingga tercebur ke kolam hehe…. Tidak hanya Ihsan, Mas Mardi pun menjadi korban ganasnya permainan ini, tali menjadi terulur menyentuh kolam saat Mas Mardi melangkah. Yang lain pun tertawa melihat aksinya. Aku berfikir sejenak bagaimana sulitnya jembatan Shirotol Mustaqim yang akan kita hadapi kelak di akhirat. Bukan keahlian keseimbangan dan kekuatan yang dibutuhkan untuk menghadapinya melainkan amal perbuatan (sedikit bijak hehe...). Kembali ke outbond… Sungguh aneh, rasanya di pos ini waktu berjalan sangat cepat, selanjutnya kami segera menuju Pos berikutnya.



Sampailah kami di Pos Balon eh… Galon. Di sini, kami dipandu oleh  The Kindness Man yang bersifat kebapakan dan kekeluargaan. Dialah Pak Agus. Pa Agus menginstruksikan untuk memindahkan air dalam galon menuju gelas plastik sampai bola pingpong keluar dari gelas plastik tersebut. Pa Agus sangat tegas dalam mengawasi game ini. Gelas yang jatuh atau sentuhan ke galon mengakibatkan kami harus mengulang dari tempat awal. Strategi yang tepat dalam game ini adalah ikatan pada mulut gallon yang kuat serta pembagian daerah ikat, yaitu mulut, bagian tengah, dan bagian bawah gallon. Kami sempat khawatir karena bola pimpong tidak kunjung keluar walaupun gelas telah terisi penuh dengan air sedangkan air di galon semakin sedikit. Pa Dani mengusulkan untuk memperderas aliran air sehingga Alhamdulillah bola pingpong keluar dari gelas plastik.



Sampailah kami di pos tepal. Berbeda dengan pos yang lain, di Pos terpal ini dipandu oleh akhwat yang murah senyum, salah satu anggota The Princess Biker (Teh Ulan). [keterangan: The princess biker merupakan guru atau staff akhwat NF yang kemana-mana menggunakan motornya. Hehe]. Senyumnya mengawali pembacaan aturan pada pos terpal ini. “Bila menginjak rumput maka nilai akan dikurangi…”, tuturnya. Kami ber-6 harus membalikan terpal (berukuran sangat kecil sekitar 0.5m x 1m) tanpa keluar dari daerah terpal tersebut. Al-Hasil, baju Ihsan yang basah menularkan kesegarannya kepada baju saya karena kami semua saling berhimpitan. Untuk menghindari rumput tak jarang kami saling injak kaki. Tak sengaja, Pa Rian dan Pa Sa’ad menginjak rumput sehingga nilai kami dikurangi. Tak ada petir tak ada hujan,, tiba-tiba seseorang yang selama ini diam memberikan strateginya untuk melewati game ini. Dialah Mas ipul Sang Terpal Man… hehe… Dengan sigap dia memindahkan kaki dari bagian terpal satu ke terpal yang lain. Hanya dengan waktu 2 menit lebih sedikit kami berhasil menyelesaikan pos ini. Juri pun memberikan selamat karena kelompok kami telah memecahkan rekor tercepat dalam memindahkan terpal. Aku rasa rekor ini akan sulit untuk dipecahkan di game tahun-tahun yang akan datang hehehe… kami pun mengakhiri pos terakhir outbond ini dengan yel-yel kebanggaan kami. 

Inilah saat pengumuman pemenang. Kami semua deg-degan menunggu hasilnya. Kami menyadari bahwa saingan kami sangatlah kuat seperti kelompok Makinun dengan yel-yel sederhana sambil loncat-loncat memanggil nama “makinun,,, makinun,,, makinun,,”( kocak abis… hahaha), ada tim Udin se-world alias udin sedunia, juga tim Kang Rustam yg tampan (mesti dapet duit nih abis muji orang,, hehe..). Dari tim akhwat pemenangnya adalah…. jeng,, jeng… jeng… “Tim Go-go power ranger… dan dari ikhwan pemenangnya adalah …. eng,,, ing.. eng… Tim Gombong…”. Kami pun ke depan untuk mengambil hadiah berupa kardus yang diututup oleh koran tersebut. Layaknya mujahid yang telah berperang mati-matian lalu mendapatkan gonimah, kami membawa lari kardus tersebut ke pojok, untuk mengetahui apa isinya. Ternyata isinya adalah makanan yang cukup banyak. Kami ambil yang kami butuhkan lalu kami bagikan sisanya kepada yang yang lain. Hehe… Acara Outbond diakhiri dengan bermain bola plastik, rupanya pak Eko sudah tak sabar untuk ikut olahraga bersama kami karena selama kita outbond beliau hanya olahraga di bibir saja, untuk meniup peluit tanda outbond.. hehe..



Makan pagi, kemudian masih ada sesi tentang SDM Guru. Pada sesi ini, kami dijelaskan mengenai tingkatan guru dari dari tingkat pratama sampai tingkat pembina. Setiap guru NF dapat naik tingkat bila memenuhi syarat dan poin yang mencukupi. Banyak parameter yang menjadi penilaian setiap guru, seperti lamanya mengajar, keaktifan mengikuti raker, serta penilaian murid terhadap guru tersebut. Aku tidak begitu berfokus pada kenaikan tingkat atau penghasilan yang didapatkan pada tiap tingkat, yang terpenting adalah manfaat ilmu yang aku ajarkan serta doa dari murid-murid yang merupakan amalan yang tidak akan terputus walaupun kita telah tiada. Aku pun yakin, setiap orang akan mendapatkan haknya sesuai dengan kualitasnya.  Oleh karena itu, walaupun telah mengajar anak sd, smp, atau sma beberapa tahun lamanya, guru harus tetap belajar karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang.


Sholat zuhur, beres-beres, dan akhirnya kami dikumpulkan di aula untuk penutupan acara upgrading. Pada sesi terakhir ini, diumumkan pemenang puisi dan artikel. Pemenang puisi ada dua yaitu bagi staff dan guru. Pemenang puisi tentang guru di menangkan oleh Mas Udin (staff) dan guru akhwat dari cibinong. Puisi Mas Udin paling bagus diantara staff yang lain karena staff yang lain tidak mengumpulkan atau dengan kata lain Mas Udin adalah satu-satunya yang mengirimkan puisi kepada panitia. Mas Udin membacakan puisinya yang berjudul “setap cerdas dan berkualitas” hehe.. Mas Udin membacakan puisi dengan tulus, jujur, polos, sekaligus sedikit grogi. Sepatah katapun belum terucap, kami semua sudah riuh untuk mensupport Mas Udin membacakan puisi, hal itu justru menambah Mas Udin grogi. Kejadian ini sangat lucu, aku mengabadikannya menggunakan video kamera digital. Giliran guru akhwat yang membacakan puisi yang terinspirasi dari ayahnya yang gigih dan rajin dalam menjalani tugasnya sebagai guru. Ayahnya telah mengajar selama beberapa tahun tapi hanya 3x tidak mengajar karena kecelakaan. Subhanallah… Sungguh layak puisinya menjadi juara karena ketika dibacakan, langsung mengenai hati para guru, suasana pun hening beberapa saat. Pemenang artikel adalah akhwat yang pertama kali aku bertemu terlihat judes haha… padahal memiliki hati yang baik dan asik (mesti dapet pulsa gratis nih atas penebaran nama baik hehe,,..). Dialah Teh Fitri. Artikel tidak dibacakan karena mungkin terlalu panjang. Setiap peserta upgrading diberikan kertas untuk mengevaluasi seluruh kegiatan ini. Guru Bhs Indonesia dan Bhs Inggris pun mengkritisi mengenai tulisan pada background pada kata “upgraiding” hehehe…Kemudian, Acara ditutup dengan doa dan sedikit berfoto ria.   



Saya pulang dengan memilih jalur Cihideung bersama para biker lain. Awalnya saya berjalan beriringan dengan yang lain untuk menjaga keselamatan para biker terutama biker akhwat. Guru NF maupun staff NF rentan sekali jatuh dari motor, termasuk aku sendiri. Kemudian, aku percayakan kepada Kang Rustam dan Mas Erik untuk menjaga para biker karena aku merasa sangat ngantuk, lelah, dan harus cepat sampai rumah. Sampai di rumah, aku membersihkan diri, ganti pakaian, lalu melepas lelah di tempat tidur hehe…   Ini bukan mimpi, ini adalah sepenggal kisah yang sayang jika dilewatkan dan dilupakan begitu saja. Oleh karena itu, aku tulis di blogku, dan mudah-mudahan memberikan inspirasi positif bagi yang lain… Kripik dan saran bisa langsung beritahu ke aku hehehe….

foto terakhir hehe...close up dikit ah....

6 komentar:

  1. hahahaha. nice blog..
    adik hisyam sudah beranjak besar ya (sok tua mode on).
    tulis menulis dan foto memotonya terus dikembangkan, kynya punya bakat.. ^^
    SEMANGAT!!

    BalasHapus
  2. hehe,, makasih Rud, makasih Teh,, lagi rajin nulis aja hehe...follow yah..

    BalasHapus
  3. bang icham, krna di postingan yg ini ada foto akunya, jd aku bilang kerren huahahahahh..
    tp emang keren kok. bagus alur tulisannya :)

    keep writing :)

    BalasHapus
  4. terimakasih Bu guru, mohon bimbingannya jg hehe..

    BalasHapus