Jumat, 25 Maret 2011

Apa Itu Aib?



Aib itu adalah sesuatu yang ketika kita dengar dari orang lain, menjadikan hati kita mereasa tidak enak. Aib bisa berupa peristiwa., keadaan, atau suatu deskripsi. Terkadang aib tersebut dengan sadar kita sebarkan kepaada orang lain. Tapi kita baru menyadari buruknya aib ketika orang yang seharusnya tidak tahu menceritakannya.

Terima kasih untuk orang yang menceritakan aib saya kepada orang lain hingga saya mendengarnya. Berkat adanya orang tersebut saya menyadari bahwa tidak seharusnya semua orang tau tentang keadaan atau peristiwa yang saya alami.

Lalu bagaimana dengan orang yang terbiasa mencurahkan perasaannya pada sahabat, menulis blog atau buku harian?
Orang tersebut belum merasa tenang sebelum mengungkapkannya.
Sebaiknya orang tersebut lebih berhati -hati menulis/ menceritakannya. Jangan sampai tulisan/ucapannya merugikan dirinya sendiri atau bahkan merugikan orang lain.

Samarkan nama, tempat dan waktu bila perlu. Memendam perasaan dan menyelesaikannya sendiri itu lebih baik. Setiap orang memiliki kemampuan intrapersonal, yaitu kemampuan untuk menginstrospeksi diri sendiri. Agar lebih kuat menyelesaikannya, libatkan Allah bersama kita. Berbicaralah dengan Allah swt dengan selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya, karena Dia yang paling mengerti hambanya. Hanya Dia pula yang mampu menjaga rahasia dan aib kita. Dengan cara yang tidak pernah terduga-duga Dia dapat menyelesaikan masalah kita selama kita berusaha.

Mengapa aib bisa tersebar luas? pertanyaan tersebut hanya diri sendiri yang bisa menjawabnya. Kesalahan pertama adalah karena kita memberitahu kepada orang lain. Kemudian ada sebagian orang yang menyebarluaskan aib tersebut. Mereka menganggapnya lelucon, atau peristiwa yang menarik. Padahal hal tersebut tidak ada gunanya bagi mereka.

Bahkan ada yang memanfaatkan aib orang lain untuk mendapatkan pendapatan. Informasi yang belum jelas, mereka sebarkan dengan berlebihan. Setelah semua orang tahu, baru yang punya aib merasakan sakitnya. Bila orang penyebar aib tersebut meminta maaf. Apakah orang yang tersebar luaskan aibnya akan memaafkannya?

Lidah lebih tajam dari pisau. Luka oleh pisau akan berbekas, walaupun telah sembuh. Mungkin, orang yang mempunyai aib bisa memaafkan orang yang menyebarkan aib dengan permintaan, menghapus ingatan semua orang yang telah mengetahui aib dia.

8 komentar: