Kamis, 03 Februari 2011

3 Orang Sahabat Bertemu


Kemarin, aku kaget. Karena ada misscall dari sahabatku Aji. Aku takutnya ada apa-apa nih. Tadinya aku mau langsung telephone dia. Apa daya sang opertor yang terlebih dahulu terdengar dan menasehatiku. Opsi lain yang aku jalankan adalah kirim sms. Kebetulan kalo soal sms jangan di tanya. Selalu banyak aja hehe... karena langganan pake yang 1500-2000 sms. Awet-awet tuh...
sms : Assalamu'alaikum, Ji ada apa?

gak lama, tiba-tiba hpku bergetar dengan hebatnya. Maklum, ini hp baru aku pegang, mirip BB. Tapi merknya T***n. Biasanya sih aku pegang hp yang kecil. Intinya sih, Aji ngajak maen katanya dia bersama Iqbal dan Ozan. Karena waktu itu aku harus belajar, aku bilang sajah, untuk menemui aku di PPIB sore hari.

Aku ingin tahu kabar dari  mereka dan kisah-kisah sepanjang hidup mereka karena kita sudah lama tak bertemu. Dan... Eng ing eng... Aku menemui 2 sahabatku yang yang luar biasa. Fauzan tambah kurus dan Aji tambah kelihatan pinter. Belum apa-apa kita sudah tertawa, bercerita tentang tugas akhir Iqbal yang melepas Kungkang di hutan dan mencarinya lagi. haha...

Gak lama, Ozan ngajak ke rumahnya. Setelah sampai rumah Ozan, aku tarik motor Ozan.
"Pada belum tahu rumah gw kan?, kerumah gw aja yuk,"
Akhirnya mereka mau ikut. Sambil jalan aku terus melihat kaca spion agar mereka tidak tertinggal. Mereka mengendarai motor lambat sekali. Atau mungkin karena aku yang terbiasa mengendarai motor yang terlalu cepat sehingga standar cepat-lambat berbeda. Ozan pun  berteriak:
" Berhenti Sam..."
" Helm c Aji jatoh"
Ada-ada aja, mereka berbalik arah untuk mengambil helm tersebut. Tiada daya dan tiada kuasa, ternyata helm yang aji bawa hancur berkeping-keping. Aku masih bersyukur, hanya helmp yang jatuh, karena helm bisa diganti dengan helm yang lebih bagus. Tapi jika sahabatku yang jatuh, sungguh tidak bisa mencarinya lagi yang sama. Aji dengan segala pengalaman cerdas dan agamisnya serta Ozan yang memiliki kisah seribu jenaka, yang tetap lucu walaupun ceritanya di ulang-ulang.

Sampailah di rumahku, rumah yang mirip udara puncak karena di depan rumah adalah kebun kemudian hamparan padi yang luas. Rumah yang baru 4 tahun keluargaku miliki. Karena selama ini kita nomaden, alias ngontrak pindah-pindah. Tapi keuntungannya, keluarga kami banyak kenalan.
Bersambung ke kisah 3 sahabat. Kita bercerita dari A-Z, kegilaan SMA, sampai kabar soal sahabat-sahabat lain. Sungguh nikmat hidup ini, aku memiliki sahabat yang dapat menginspirasiku, dan sejenak melupakan segala kepengatan dan kehampaan jiwaku.

Lebih dari 50 % kita bercerita tentang wanita. Hingga larut malam terpejam, lalu di sambung lagi setelah sarapan pagi.
"Lu suka ama c X yah? masa gak suka sih, dikit aja-dikit aja, ada kali??..." tampang merayu senyum, sambil menggosokkan jempol ke kelingking.
Petanyaan yang diungkapkan Ozan bila menjawab ya, atau diam. Bisa jadi peluru yang di keluarkan machine gun berupa rayu-rayuan, ledek-ledekan, ceng-cengan.

Buat temen-temen yang pernah mengenal kita, maaf yah. mungkin, kita secara tidak sadar membicarakan aib kalian. Semoga Allah swt mengampuni kami. Tapi percaya hal-hal seperti itu hanya untuk diketahui kita bertiga. Memang jika mulut sudah berbicara, pembicaraan bisa tak terkendali, keberadaan privasi juga perlu di pertanyakan. Kita membicarakan banyak orang tentang perkembangannya dari sma hingga saat ini, ada yang berubah dan ada pula yang biasa saja. Nah, perubahan ini, yang membuat kita jadi membahasnya. dari yang semakin baik hingga berubah 180 derajat. Aku rasa, mungkin wajar bila itu memang kenyataan dan tidak menjadi memfitnah seseorang. Kita semua selalu mengawali dengan kata Khusnuzon (berbaik sangka) aja dan mengambil pelajaran atas apa yang terjadi dan apa yang seharusnya di lakukan.

Tak terasa, 3 sahabat akan berpisah. Aji akan menghadapi proyek besar dalam hidupnya yang bisa merubah nasibnya. Ozan tetap mencari cinta sejati,,, eh.. mencari pekerjaan karena dia akan mendapat SKL. sedangkan aku menikmati penelitian, berusaha untuk lulus, serta mengajar untuk menyambung kehidupan.

Sebenarnya banyak kisah yang unik, lucu dan menarik. Nanti akan saya bahas di blog saya kemudian hari.

Terima kasih Sahabat, kelak kita akan bercerita lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar